Hidup di Pedalaman Hutan Jawa Timur, Pria Ini Bisa Hasilkan Rp 200 Juta: Lokasinya 39 Km dari Tulungagung


inNalar.com
– Siapa sangka, di tengah hutan Jawa Timur, terdapat kisah inspiratif seorang pria mampu menghasilkan uang ratusan juta rupiah.

Berlokasi sekitar 39 kilometer dari pusat Kabupaten Tulungagung, Sapari memilih hidup di pedalaman hutan Jawa Timur.

Berdasarkan video yang diunggah YouTube Bongkotan Pring pada 7 Juni 2025, perjalanan menuju rumah Sapari di tengah hutan penuh tantangan.

Baca Juga: Habiskan Rp 2,73 Triliun, Bendungan Termahal se-Indonesia Ini Tenggelamkan 3 Desa di Provinsi Aceh: Luasnya 896 Hektar

Terlihat, tim yang merekam video harus menembus hutan belantara di pedalaman, Desa Keboireng, Jawa Timur dengan medan ekstrim.

Dengan dipandu oleh Rebo, warga asli setempat, mereka akhirnya tiba di sebuah gubuk sederhana yang melindungi Sapari dari terik matahari dan hujan.

Saat diwawancara, Sapari mengaku hidup di hutan sudah berpuluh-puluh tahun.

Baca Juga: Bank Dunia Tetapkan Kelas Kemiskinan Terbaru, Begini Nasib Warga RI Bergaji Rp1,51 Juta Per Bulan

“Iya, mulai anak pertama masih kecil, saya ya tinggal di sini,” kata Sapari.

Diketahui, pria tersebut memiliki empat anak, yang semuanya menjalani Pendidikan di luar kota.

Aktivitas sehari-hari, kata Sapari, menjadi petani ulung yang mengelola lahannya sendiri.

Baca Juga: Siap Lepas dari Provinsi Aceh, Kota Lhokseumawe Dicalonkan Jadi Ibu Kota Provinsi Baru dengan Nama yang Telah Disiapkan

Fokus utamanya adalah tanaman kopi dan vanilla, namun ia juga menanam berbagai komoditas lain seperti cengkeh, alpukat dan pete.

Semua lahan yang ditanam tersebut dikelola secara mandiri dan penghasilannya juga cukup fantastis.

Dari hasil panen, Sapari diperkirakan bisa meraup pendapatan hingga Rp200 juta setiap tahunnya. Tentu ini angka yang besar untuk ukuran seseorang hidup di pedalaman hutan.

Sapari juga mengaku memiliki hubungan baik dengan Perhutani, dengan rutin membayar retribusi tahunan agar diizinkan mengelola hasil kebunnya.

Untuk kebutuhan sehari-hari seperti beras, Sapari menerapkan sistem barter dengan kerabatnya yang berkunjung.

Di tengah keterbatasan akses dan fasilitas, Pak Sapari berhasil membesarkan dan mendidik keempat anaknya. Bahkan, putri sulungnya berhasil meraih gelar sarjana dan kini bekerja di Brunei Darussalam.

Demikian informasi terkait sosok pria yang hidup di pedalaman hutan Jawa Timur, tetapi memiliki penghasilan hingga Rp 200 juta per tahun.