

inNalar.com – Proyek pembangunan jalan tol Solo-Yogyakarta kini terus mengalami progres yang cepat.
Salah satu yang mewarnai dinamika pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut adalah temuan dugaan benda cagar budaya di jalur proyek.
Ketika pembangunan Seksi 1 ruas Kartosuro – Purwomartani beberapa waktu lalu, ditemukan situs purbakala di batu Yoni di Desa Keprabon, Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah.
Batu Yoni adalah artefak purbakala yang mencerminkan alat kelamin perempuan dan dijadikan simbol kesuburan dalam kebudayaan Hindu.
Lantas, bagaimana nasib situs tersebut sekarang?
Dikutip dari laman resmi Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PUPR, pembangunan tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo dicanangkan dengan tetap memperhatikan pelestarian situs-situs cagar budaya dan purbakala.
Pasalnya, pembangunan jalan bebas hambatan tersebut memang melintasi sejumlah daerah cagar budaya, misalnya Kawasan Strategis Nasional (KSN) Candi Prambanan hingga garis imajiner yang menjadi sumbu filosofis Jogja.
Salah satu wujud komitmen tersebut adalah apa yang pernah dilakukan di wilayah Klaten, Jawa Tengah.
Pembangunan tol ruas Kartosuro – Purwomartani terpaksa harus dilakukan rekayasa konstruksi untuk menghindari situs Yoni yang ada di Desa Keprabon, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten.
Baca Juga: Konflik Israel-Hamas Tewaskan 13.000 Jiwa, Kini Lebih dari 100 Pengungsi Gaza Akan Tiba di Turki
Rekayasa tersebut dilakukan dalam bentuk perubahan desain jalan tol yang semula at grade menjadi elevated (melayang).
Akhirnya, situs tersebut saat ini berada tepat kolong tol.
Situs yang diperkirakan berusia 1000 tahun itu kini memang dalam kondisi yang dipertahankan.
Di tengah pembangunan yang masih terus berlangsung di atasnya, situs Yoni yang oleh masyarakat setempat dijuluki sebagai Candi Asu tersebut tampak dipagari seng.
Keberadaannya masih dipertahankan meski kondisinya berada di antara hiruk pikuk pembangunan yang masih semrawut.
Tampak juga, Yoni tersebut masih didapati bekas bunga dan dupa pertanda situs tersebut masih dikunjungi penganut kepercayaan tertentu.
Menukil dari berbagai sumber, Yoni di Desa Keprabon tersebut diperkirakan berasal dari peninggalan zaman Hindu-Budha.
Tepatnya, pada masa Kerajaan Mataram Kuno di abad 8-9 masehi.
Selain di dalam candi, Yoni sebagai lambang kesuburan memang sering ditemukan di area persawahan atau kebun.
Yoni yang berada di Desa Keprabon Klaten memiliki ikon kepala kura-kura.
Oleh karena ikon tersebut tampak seperti kepala anjing, maka warga setempat sering menyebut situs batu tersebut sebagai Candi Asu alias Candi Anjing.
Namun, situs tersebut tentu tidak sama dengan Candi Asu sebenarnya yang berada di Magelang.
Karena keberadaan batu Yoni tersebut tidak bisa dipindahkan agar situs tersebut lestari, maka pembangunan jalan tol Solo-Yogyakarta terpaksa dibuat melayang. ***