

InNalar.com – Berikut kronologi pengakuan Israel saat finah Hamas dan serang warganya sendiri saat konser di tanggal 7 Oktober 2023.
Belum lama ini terkuak bahwa pihak Israel mengakui bahwa korban jiwa yang berjatuhan di tanggal 7 Oktober 2023 bukanlah hanya sekadar serangan Hamas belaka.
Pengakuan tersebut terungkap dari ynet yang merupakan media Israel sedikit mengulik serangan Hamas pada tanggal tersebut.
Baca Juga: Hati-Hati! PNS Kini Tak Lagi Akan Rasakan BPJS Kesehatan Kelas I dan II, Begini Alasannya
Kini muncul beberapa kronologi soal serangan 7 Oktober di berbagai media lokal maupun internasional.
Salah satunya ialah The Cradle, di mana mereka menjelaskan garis besar soal serangan yang menewaskan banyak orang tersebut.
Menurut penyelidikan polisi setempat, awalnya ada sebuah helikopter tempur Israel yang tiba di lokasi kejadian dan menembaki anggota Hamas dan warga Palestina.
Baca Juga: PNS dan Pensiunan Wajib Bersiap! BPJS Kesehatan Kini Tak Lagi Miliki Kelas I, Gantinya Apa?
Penembakan tersebut terjadi karena pejuang Hamas dan warga melintasi pagar perbatasan dari Gaza ke Israel.
Namun penembakan itu juga terjadi kepada beberapa orang Israel yang menghadiri festival musik, di mana ada 364 orang tewas menurut polisi.
Padahal sebelumnya layanan militer setempat mengklaim bahwa ada 260 warga Israel terbunuh karena dilakukan oleh Hamas dan warga Palestina dalam pembantaian yang di sengaja.
Akan tetapi pasukan Israel memberikan pengakuan bahwa mereka telah membunuh warganya sendiri.
Sebelumnya memang ada laporan dari media setempat bahwa pasukannya membunuh warga sipilnya sendiri di wilayah Be’eri yang merupakan pemukiman didekat perbatasan Gaza.
Dalam insiden itu disebutkan bahwa pejuang Hamas menyandera warga Israel di wilayah ini.
Kemudian pasukan datang dan melepaskan seumlah tembakan termasuk dengan tank sehingga menewaskan tawanan dan para pejuang.
Bahkan tiga dari mereka ialah Liel Hezroni yang masih berusia 12 tahun dan saudaranya yakni Yanai dan Ayla selaku sang bibi.
Pihak keluarga melaporkan bahwa mereka telah melakukan upacara perpisahan bukan penguburan, karena tidak ditemukan jenazah dari reruntuhan rumah akibat tembakan dua peluru tank Israel.
Kejadian serupa juga terjadi di wilayah Sderot, di mana Hamas mengambil alih kantor polisi dan sempat menahan sandera.
Namun keduanya tewas setelah Israel menembakan peluru tank dan menewaskan semua orang dan pasukan melibas kantor polisi tersebut.
Sehingga sejatinya tak jelas berapa banyak warga Israel yang tewas pada serangan 7 Oktober.
Hamas sendiri berusaha untuk membawa sebanyak mungkin warga Israel, baik tentara maupun warga sipil, untuk menjadi sandera di Gaza.
Belum diketahui seberapa banyak yang terbunuh karena penolakan pasukan Israel untuk bernegosiasi untuk pembebasan para tawanan.
Sebelumnya Israel mengklaim Hamas dan warga Palestina telah membunuh 1.400 orang dalam serangan 7 Oktober 2023.
Namun Mark Regev selaku jubir Israel merivisinya menjadi 1.200 orang, di mana 200 orang di duga adalah korban dari Hamas atau warga Palestina.
Hal ini terjadi karena 200 orang tersebut tubuhnya terbakar parah sehingga tidak bisa diidentifikasi secara jelas, dan memicu spekulasi mereka adalah warga Israel.
Di Sisi lain, media lokal yakni Haaretz menemukan adanya penemuan bahwa Hamas sejatinya tidak mengetahui adanya festival musik yang diadakan di Kibbutz Re’im.
Kelompok militan Palestina itu akhirnya datang ke konser tersebut setelah mengetahui adanya acara tersebut setelah awalnya bermaksud menyerang wilayah sekitar Gaza.
Para pejuang disebutkan mengetahui adanya acara tersebut usai melihatnya dengan menggunakan drone dan mengerahkan anggotanya ke sana.
Hal ini diklaim berdasarkan rekaman dari kamera yang ada di tubuh salah satu pejuang Hamas.
Kemudian terungkap bahwa polisi dan petugas keamanan serta Hamas pertama kali tiba di konser tersebut dari arah 232, bukan dari pagar perbatasan yang telah diberitakan.
Sehingga secara garis besar media tersebut memberitahukan bahwa Isrel sejatinya mengakui bahwa ada andil mereka dalam tewasnya banyak orang di 7 Oktober 2023 yang ternyata bukan ulah serangan Hamas saja.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi