YouTuber Israel Nas Daily Komentari PLTS Terapung Cirata Purwakarta, Heran dan Sebut Indonesia…

inNalar.com – YouTuber Nas Daily belum lama ini turut mereview Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS Terapung Cirata di Purwakarta, Jawa Barat.

Melalui vlog yang dibagikan di YouTube dan Instagram, konten kreator kelahiran Israel itu memberikan komentarnya terhadap PLTS Cirata yang dibangun oleh Pemerintah Indonesia.

Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum lama ini telah meresmikan PLTS Terapung Cirata pada 9 November 2023 lalu.

Baca Juga: Deretan Fakta Pengakuan Israel Fitnah Hamas, Bohongi Dunia Tentang Serangan 7 Oktober 2023?

Presiden mengklaim bahwa PLTS Cirata merupakan pembangkit listrik tenaga surya terapung yang terbesar se-Asia Tenggara dan nomor tiga di dunia.

Proyek tersebut merupakan hasil kerja sama Pemerintah Indonesia melalui Kementerian BUMN, Kementerian ESDM, PLN dan Pemerintah Uni Emirat Arab melalui Kementerian Perdagangan Luar Negeri bersama Masdar.

Nas Daily Terheran-Heran dengan PLTS Cirata

Nas Daily yang bernama asli Nuseir Yassin, tampaknya memang digandeng oleh perusahaan energi terbarukan milik negara Uni Emirat Arab, Masdar.

Baca Juga: Hati-Hati! PNS Kini Tak Lagi Akan Rasakan BPJS Kesehatan Kelas I dan II, Begini Alasannya

Pasalnya, vlog Nas Daily juga diunggah di channel YouTube resmi Masdar.

Kreator dengan 12,8 juta subscriber itu mengaku terpukau dengan proyek PLTS Cirata yang mengapung di Waduk Cirata.

“Panel surya di atas air, bukankah lebih mudah untuk membangun di atas tanah?” ungkap Nas Daily sembari bertanya-tanya.

Baca Juga: PNS dan Pensiunan Wajib Bersiap! BPJS Kesehatan Kini Tak Lagi Miliki Kelas I, Gantinya Apa?

Nas mengatakan, Indonesia saat ini adalah negara yang sedang membutuhkan energi bersih atau ramah lingkungan.

Energi matahari adalah pilihan yang tepat untuk negara beriklim tropis seperti indonesia.

PLN menyebut bahwa jumlah panel surya yang digunakan untuk PLTS tersebut mencapai 340.000 panel yang terdiri dari 13 blok.

Ratusan ribu panel surya tersebut disusun di permukaan waduk hingga mencapai 200 hektare.

Panel-panel surya tersebut ditahan dengan jangkar di waduk yang berkedalaman sekitar 100 meter.

Namun, posisinya sekarang sudah tergantikan oleh PLTS Terapung Cirata yang diklaim mampu menekan emisi CO2 atau karbondioksida lebih dari 200 ribu ton per tahun.

“Wow, tempat ini baru saja dibuka dan sangat besar, Ini adalah Cirata, ladang terapung terbesar di Asia Tenggara – dan bukan untuk menanam padi. Ini adalah ribuan panel surya yang dirancang untuk menciptakan energi baru untuk Indonesia,” ungkap Nas Daily melalui akun Instagram.

PLTS Terapung Cirata diklaim mampu menekan emisi CO2 atau karbondioksida lebih dari 200 ribu ton per tahun.

Nilai investasi proyek proyek tersebut mencapai Rp1,9 triliun.

PLTS Cirata mampu memproduksi listrik berkapasitas 192 MWp atau 142 MWac, yang setara untuk menyuplai listrik di 50.000 rumah. ***

 

Rekomendasi