

inNalar.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) akan segera mewujudkan sistem transaksi tol tanpa setop atau nirsentuh.
Sistem transaksi nontunai berbasis Multi Lane Free Flow (MLFF) akan diaplikasikan mulai Desember 2023 mendatang.
Proyek strategis nasional tersebut disokong oleh Pemerintah Hungaria dengan nilai investasi mencapai 300 juta dolar atau Rp4,7 triliun.
Implementasi proyek jalan tol elektronik tersebut dikerjakan oleh PT Roatex Indonesia Toll System, yang merupakan perusahaan patungan Hungaria dan Indonesia.
Uji coba teknologi yang diekspor Hungaria tersebut akan diterapkan dalam waktu dekat.
Pada form bisnis Hunidotech 4.0 di Jakarta pada 14 November 2023 lalu, Menteri PUPR mengkonfirmasi bahwa uji coba akan dilakukan di Tol Bali Mandara pada pekan kedua Desember 2023.
MLFF Menerapkan Teknologi Satelit
Kemajuan teknologi yang didukung Pemerintah Hungaria tersebut akan menjadi gebrakan baru Indonesia di bidang jalan tol.
Dikutip inNalar dari laman bpjt.pu.go.id, sistem pembayaran tanpa sentuh itu menggunakan teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS).
Kendaraan nantinya tidak lagi harus berhenti di gerbang tol untuk melakukan pembayaran.
Pasalnya, semua kendaraan yang lewat sudah dipantau melalui satelit.
Transaksi melalui aplikasi smartphone secara otomatis dibaca melalui satelit.
Saldo uang elektronik yang ada di aplikasi pengguna akan langsung terpotong saat kendaraan terdeteksi sensor telah melintasi gerbang tol.
Penggunaan sistem nirsentuh akan menghilangkan jeda waktu saat tapping, sehingga tidak lagi ada antrean.
Penerapan MLFF berbasis GNSS itu juga akan mebuat barrier di gerbang tol tidak dibutuhkan lagi.
Hal itu membuat pengguna tol tidak perlu lagi berhenti untuk melakukan transaksi.
Namun, karena penerapan sistem ini adalah sebuah transisi teknologi, maka salah satu tantangannya adalah bagaimana implementasinya kepada masyarakat.***