

InNalar.com – Hamas dikabarkan sepakat lakukan gencatan senjata demi memberikan ruang untuk warga Palestina disaat Israel yang masih alot untuk menyetujui kesepakatan tersebut.
Belakangan santer kabar yang menyatakan bahwa Hamas, Israel dan Amerika Serikat sepakat melakukan gencatan senjata.
Namun hingga saat ini belum ada kesepakatan resmi dari Hamas, Israel dan Amerika Serikat untuk merealisasikan gencatan senjata di perang yang sudah memasuki lebih dari 40 hari.
Baca Juga: Deal! Raffi Ahmad Bakal Tanding vs Ariel NOAH di Desember 2023, Sudah Dapat Izin Nagita Slavina?
Melansir dari Al Jazeera, ada kemungkinan bahwa penghentian perang sementara waktu atau gencatan senjata akan segera diumumkan.
Qatar sebagai mediator menyebutkan bahwa Hamas telah menyetujui kesepakatan tersebut.
Bahkan Ismail Haniyeh selaku ketua kelompok militan tersebut mengatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata akan semakin dekat.
Kemungkinan perang akan berhenti sementara waktu selama tiga hingga lima hari ke depan.
Ada beberapa hal yang diminta oleh Hamas jika kesepakatan tersebut benar-benar terjadi.
Alasannya yang tak lain ialah untuk membantu warga Palestina yang terkena dampak dari perang tersebut.
Izzat Al-Rishq selaku pejabat Hamas mengatakan perjanjian tersebut meliputi gencatan senjata, masuknya bantuan kemanusiaan untuk memasok seluruh wilayah di Gaza.
Lalu memindahkan korban luka ke negara lain untuk mendapatkan perawatan yang layak.
Selain itu juga mencakup kesepakatan pertukaran tawanan untuk membebaskan perempuan dan anak-anak Palestina di Israel dan sebaliknya.
Namun di sisi lain, kesepakatan gencatan senjata antara Hamas dan Israel bisa saja tersendat.
Pasalnya Al Jazeera juga melaporkan bahwa kehadiran pesawat Israel bisa menjadi kendala dalam kesepakatan tersebut.
Yakni Hamas tidak ingin pesawat Israel mengudara selama gencatan senjata berlangsung meski hanya untuk mengawasi pergerakan rakyat Palestina.
Menurut media lokal setempat, hal ini bisa menjadi masalah bagi Israel karena mereka tak bisa memantau pergerakan pasukannya yang ada di darat.
Sementara itu hingga saat ini korban terus berjatuhan. Dari kubu Israel sendiri ada 1.200 orang tewas dan 5.600 orang terluka.
Sedangkan di Tepi Barat ada 217 orang meninggal dunia, 50 di antaranya anak-anak dan 2.750 lebih orang terluka.
Kemudian ada 13.300 orang di Jalur Gaza yang meninggal dunia, termasuk 5.600 anak-anak. Sedangkan 30 ribu orang terluka. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi