Israel Setujui Gencatan Senjata dengan Hamas, Ternyata Ini Isi Kesepakatan Peperangan di Jalur Gaza Dihentikan


InNalar.com –
Israel dikabarkan mulai menyetujui untuk melakukan gencatan senjata.

Seperti yang diketahui, peperangan tersebut terjadi di daerah Timur tengah, tepatnya di Jalur Gaza Palestina.

Tentu karena perang tersebut akhirnya akan berhenti, Hamas menyambut baik atas kesepakatan ini.

Baca Juga: Mengintip Desain Monumen Reog Ponorogo yang Telan Anggaran Rp90 Miliar, Bertema Taman Ragam Selaras

Perlu diketahui, peperangan yang terjadi di Timur Tengah ini sebenarnya dimulai kembali sejak 7 Oktober 2023.

Dengan kata lain, peperangan ini sudah terjadi sekitar 1,5 bulan lamanya.

Hingga saat ini, diketahui jumlah korban di Israel jumlahnya telah mencapai 1200 orang.

Baca Juga: Bakal Adakan UMKM EXPO BRILIANPRENEUR 2023, BRI Dorong Pelaku Usaha Indonesia Semakin Go Global

Namun korban di Palestina sendiri telah mencapai angka 14.100 jiwa.

Melihat perbandingan di atas, ditambah Israel sering menyerang warga sipil, tentu tak heran jika kejadian ini lebih disebut sebagai genosida.

Sebenarnya tak hanya warga sipil, sebab gempuran itu juga mengarah ke fasilitas umum lainnya, termasuk rumah sakit.

Baca Juga: Wow, Presiden Jokowi Sahka Jaminan Pensiun Bagi PPPK Agar Sama Seperti PNS, Berapa Nominal yang Bakal Diterima?

Tetapi beruntungnya sejak hari ini, Israel telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata dengan Hamas di Jalur Gaza.

Disebut dengan kesepakatan, tentu hal ini juga karena ada beberapa hal yang harus dipenuhi oleh kedua pihak.

Dilansir InNalar.com dari akun X @Avolanza, inti dari kesepakatan itu adalah adanya gencatan senjata diantara kedua pihak dan tak ada gerakan militer di jalur Gaza.

Tak hanya itu, karena pergerakan kendaraan militer penjajah juga harus dihentikan selama genjatan senjata terjadi.

Pemberhentian itu termasuk pergerakan drone yang ada di Gaza utara serta Selatan.

Meski begitu, gencatan senjata dengan Hamas ini hanya akan terjadi selama 4 hari.

Selama waktu inilah bantuan kemanusian yang jumlahnya mencapai ratusan truk berisi makanan, obat-obatan, dan banyak lagi diperbolehkan masuk ke jalur Gaza.

Ada pula kesepakatan lain yang mana Israel meminta untuk membebaskan sandera setidaknya 50 orang dari pihak lain.

Pembebasan 50 orang sandera itu meliputi perempuan, anak-anak, dan WNA asing.

Sebagai gantinya, kaum Zionis ini nantinya akan membebaskan sandera sebanyak 150 orang, termasuk perempuan dan anak-anak.

Selama gencatan senjata ini berlangsung, nantinya kaum Zionis ini tak lagi akan menyerang atau menangkap siapapun yang ada di jalur Gaza.

Akan tetapi, tindakan tersebut hanya akan terjadi selama gencatan senjata berlangsung.

Sebab setelah kesepakatan ini selesai, maka Israel akan melakukan penggempuran kembali.

Sebab, kaum Zionis ini disebutkan tak akan berhenti melakukan penggempuran itu hingga apa yang diinginkannya terpenuhi. ***

 

Rekomendasi