Gencatan Senjata Ditunda? Genosida Israel di Gaza Masih Berlanjut, Video 2 Bayi Syahid Jadi Bukti Netanyahu Tak Konsisten Hanya Perangi Hamas

inNalar.com – Kesepakatan gencatan senjata antara Israel – Hamas nampak belum terang sebab genosida di Jalur Gaza masih terus berlanjut setidaknya hingga Kamis, 23 November 2023.

Alih-alih mempersiapkan gencatan senjata, Israel justru terpantau terus memborbardir kawasan pemukiman di Deir el-Balah dan kamp pengungsian Nuseirat di wilayah Gaza Tengah.

Genosida Israel diketahui juga terpantau terjadi di beberapa daerah di Gaza Selatan seperti salah satunya di Sheikh Radwan dan Gaza Utara, tepatnya di Beit Lahiya.

Baca Juga: Gaji Pensiunan PNS Golongan I dan II Bakal Cair Desember 2023! Intip Cuan yang Bakal Dikirim PT Taspen Disini

Sebagaimana banyak diberitakan sebelumnya bahwa kesepakatan masa hening peperangan selama empat hari berhasil mencapai titik temunya,

Meski gencatan senjata telah disepakati, Pimpinan Zionis Benjamin Netanyahu mengungkap bahwa pihaknya menilai kesepakatan tersebut bukan akhir dari ambisi pihaknya menumpas kelompok militan Palestina.

Namun ambisi menumpas Hamas tidak sepenuhnya konsisten dengan adanya data yang diungkap oleh Human Rights Watch terkait jumlah korban terbunuh dari usia anak-anak, khususnya.

Baca Juga: Sempat Molor 2 Tahun, Proyek Tol Tanpa Sentuh yang Didanai Hungaria akan Diuji Coba di Bali dengan Catatan..

Melansir dari laman resmi HRW, estimasi total anak-anak yang terbunuh di Jalur Gaza akibat tindakan genosida Israel ini mencapai 5.500 anak.

Total jumlah korban tersebut terhitung sejak serangan 7 Oktober 2023 dari pihak zionis ke tanah Palestina.

Agaknya ungkapan Netanyahu terkait perang terus berlanjut hingga Israel mampu menghapus Hamas yang menurut mereka tindakan terorisme tidak konsisten, karena kenyataannya korban dampak peperangan tertuju hingga warga sipil.

Baca Juga: Wajib Dipahami! Begini Skema Aturan Dasar Perhitungan Upah Kerja Lembur Berdasarkan PP Nomor 35 Tahun 2021

Warga sipil yang disorot sebagai pelanggaran HAM ini utamanya adalah korban usia anak-anak, wanita, dan lansia.

Ketidak konsistenan Zionis Israel atas tujuan mendasar tindakan genosida di Gaza ini terlihat pada bukti adanya video yang diunggah melalui akun Twitter @BADER9_Abdullah pada Kamis, 22 November 2023 pukul 8 pagi waktu setempat.

Video tersebut memperlihatkan dua bayi syahid yang terkapar akibat serangan Israel ke wilayah Palestina dan berhasil diselamatkan oleh pihak medis.

Rekaman berdurasi 45 detik tersebut telah ditonton oleh 564 ribu views dan mendapatkan 1.200 likes di akun tersebut hingga artikel ini ditayangkan.

Video tersebut menjadi secuil bukti bahwa kepastian gencatan senjata antara Israel dan Hamas perlu segera menemukan waktu yang jelas dan terperinci agar korban yang berjatuhan dapat terus ditekan.

Melansir dari Instagram Eternah, diambil dari sumber media pemerintahan di Gaza, bahwa tercatat korban tewas anak-anak yang berjatuhan sudah menembus lebih dari 5.840 anak.

Adapun korban tewas wanita juga sudah menembus angka 3.920 orang. Bahkan, 26 dari 35 total rumah sakit di Palestina telah dinyatakan tidak dapat beroperasi sebab kerusakan parah akibat bombardir Zionis.

Rentetan kejadian serangan di tanah Gaza tersebut menimbulkan pesimisme terkait realisasi gencatan senjata.

Namun diharapkan kesepakatan tersebut dapat dipertegas kembali mengenai kepastian batas masa hening peperangan antara kedua belah pihak.***

Rekomendasi