Dibangun 2018, Proyek Bendungan Bagong Trenggalek Senilai Rp1,6 Triliun Hanya Jalan di Tempat?

inNalar.com – Proyek infrastruktur Bendungan Bagong di Trenggalek, Jawa Timur sampai saat ini masih dalam tahap pengerjaan.

Bendungan ini menjadi satu-satunya belum rampung dari 8 proyek bendungan di Jawa Timur yang diprogramkan tahun 2015 – 2024.

Bendungan Bagong dimulai pembangunannya sejak 27 Desember 2018.

Baca Juga: Langsung dari Taspen, Pendapatan Bulanan Pensiunan Status Janda Duda Akan Alami Peningkatan

Meski hampir 5 tahun berjalan, pembangunan bendungan ini terbilang cukup alot dibandingkan proyek lainnya.

Pada Juni 2023 lalu, PUPR merilis bahwa progres konstruksi Bendungan Bagong baru mencapai 22,59%.

Proyek ini pun memang masih dikatakan jauh dari sempurna.

Baca Juga: Desain Megah Stadion Internasional Mattoangin Makassar yang Punya Trem, Kontrak Politik Anies Baswedan di Pilpres 2024

Jangankan air, pengerjaan fisik berupa pengurugan dan pengerjaan dinding bendungan saja masih sibuk dikerjakan.

Lambatnya pembangunan bendungan ini memang sempat dipicu oleh persoalan pembebasan lahan. 

Bendungan Bagong terletak Desa Sumurup dan Sengon yang berjarak sekitar 10 km dari pusat Kota/Kabupaten Trenggalek.

Baca Juga: KPK Beri Tunjagan Kinerja Fantastis untuk ASN Internalnya, Terendah Rp2,5 Juta dan Tertinggi…

Mengutip dari laman PUPR, Bendungan Bagong bertipe Urugan zonal dengan Inti Tegak dengan tinggi puncak mencapai 82 meter dan panjang 620 meter. 

Kapasitas tampung bendungan ini mencapai 17,40 juta m3 untuk pengembangan dan peningkatan Daerah Irigasi di Trenggalek seluas 857 hektare (ha). 

Sumber air bendungan ini nantinya akan berasal dari Sungai Bagong dengan luas Daerah Aliran Sungai (DAS) hingga 39,95 km2.

Diharapkan, Bendungan Bagong nantinya bisa mendukung kebutuhan air baku sebesar 153 liter/detik untuk di Kecamatan Pogalan, Kecamatan Trenggalek, dan Kecamatan Bendungan.

Memiliki luas genangan hingga 73,45 hektare, Bendungan Bagong juga akan berfungsi untuk mereduksi banjir Sungai Bagong sebesar 78,44 persen.

Bendungan ini akan menjadi sarana konservasi DAS Bagong dan akan melahirkan potensi pariwisata. 

Proyek Bendungan Bagong dikerjakan oleh kontraktor PT. Abipraya-PT SACNA (KSO) PT PP, dan PT Jatiwangi (KSO) yang terbagi dalam 2 paket.

Nilai proyek ini sendiri ditaksir mencapai Rp1,6 triliun yang bersumber dari dana APBN.

Pembangunan bendungan ini sangat penting untuk irigasi di Kabupaten Trenggalek sebagai daerah yang unggul di komoditas pertanian padi dan palawija yang membutuhkan sumber air irigasi.

Bendungan ini termasuk sebagai bendungan multifungsi yang akan berperan sebagai sumber air baku, pengendali banjir, sumber air daerah irigasi, serta sumber pembangkit listrik dan potensi pariwisata. ***

 

Rekomendasi