Gencatan Senjata Israel dan Hamas Dimulai Beriringan dengan Pembebasan Sandera, Begini Kesepakatannya

inNalar.com – Mediator di Qatar telah menjadi penengah antara Israel dan Hamas untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata.

Diketahui bahwa, gencatan senjata antara Israel dan Hamas akan dimulai pada pukul 7 pagi tanggal 24 November 2023.

Gencatan senjata antara Israel dan Hamas akan berlangsung selama 4 hari.

Baca Juga: Gaji Resmi Naik! PNS Lulusan S1 hingga S3 Dapat Penghasilan Segini dari Menteri Keuangan, Terendah Rp2,7 Juta, Tertinggi Berapa?

Gencatan senjata tersebut akan beriringan dengan pembebasan sandera masing-masing pihak.

Adapun kesepakatan-kesepakatan lain diantara Israel dan Hamas.

Begini kesepakatan antara Israel dengan Hamas mengenai gencatan senjata yang berlangsung.

Baca Juga: Fantastis! Segini Besaran Gapok Pensiunan PNS Golongan I-IV saat Januari 2024, Capai Rp4,9 Juta?

Perjanjian tersebut berisikan jeda permusuhan setidaknya selama 4 hari dikutip dari Sydney Morning Herald.

Selama 4 hari, setidaknya ada 50 perempuan dan anak-anak dari sekitar 240 orang yang akan ditukar dengan 150 perempuan Palestina.

Selain itu, ada pula anak dibawah umur yang dipenjarakan di penjara-penjara Israel.

Baca Juga: Dibangun 2018, Proyek Bendungan Bagong Trenggalek Senilai Rp1,6 Triliun Hanya Jalan di Tempat?

Kesepakatan itu juga mencakup peningkatan bentuan kemanusiaan untuk jalur Gaza.

Hamas mengungkapkan bahwa 200 truk yang membawa pasokan bantuan dan empat truk bahan bakar akan memasuki wilayah tersebut setiap hari selama 4 hari.

Sementara itu, Israel mengatakan pesawat-pesawat tempurnya tidak akan terbang di atas Gaza selatan selama masa gencatan senjata.

Selain itu, pesawat tempur mereka juga tidak akan terbang di atas bagian utara wilayah tersebut selama enam jam setiap hari.

Pada pukul 16.00 waktu setempat, terdapat kelompok pertama yang berisikan 13 sandera yang akan dibebaskan.

Selama 4 hari, Israel dan Hamas akan menerima daftar sandera dan tahanan yang akan dibebaskan.

Pihak Israel mengatakan bahwa para sandera akan dibebaskan dalam empat kelompok selama gencatan senjatan, masing-masing beranggotakan sedikitnya 10 orang. ***

 

Rekomendasi