

inNalar.com – Pada Sabtu, 25 November 2023, tiga pemuda keturunan Palestina ditembak secara tiba-tiba oleh orang tidak dikenal di Burlington, Vermont, Amerika Serikat.
Tiga pemuda keturunan Palestina yang diketahui merupakan mahasiswa tersebut sedang dalam perjalan menuju acara makan malam keluarga saat mereka tiba-tiba ditembak oleh seseorang.
Adapun nama dari ketiga mahasiswa keturunan Palestina tersebut adalah Hisham Awartani, Tahseen Ahmed, dan Kenan Abdulhamid.
Ketiga pemuda tersebut diketahui berumur 20 tahunan semuanya merupakan mahasiswa.
Hisham Awartani adalah seorang mahasiswa di Brown University yang ada di Rhode Island. Kemudian, Tahseen Ahmed yang merupakan seorang mahasiswa di Trinity College yang ada di Connecticut.
Terakhir, Kenan Abdulhamid yang merupakan mahasiswa di Haverford College di Pennsylvania.
Dari ketiga pemuda yang tertembak tersebut, dua diantaranya sudah dalam keadaan stabil dan satu orang lainnnya mengalami luka yang lebih serius.
Akibat dari kejadian ini, polisi setempat segera memburu pelaku dan pada 27 November 2023, pelaku dari penembakan ini berhasil ditangkap.
Adapun pelaku dari penembakan ketiga pemuda keturunan Palestina ini adalah seorang pria bernama Jason J. Eaton yang berumur 48 tahun.
Baca Juga: Desember Tiba! PNS dengan Masa Kerja 15 Tahun Bersiap Terima Gaji Jutaan Rupiah, Segini Nominalnya
Dilansir dari akun Twitter (X) @hzomlot, penyebab dari penembakan yang dilakukan kepada ketiga pemuda tersebut adalah karena mereka menggunakan keffiyeh.
Seperti yang diketahui dari foto yang akun Twitter tersebut unggah, dua dari tiga mahasiswa tersebut menggunakan keffiyeh yang dikalungkan di leher dan bahu mereka.
Keffiyeh sendiri merupakan kain atau penutup kepala khas dari Palestina dengan berupa syal berwarna hitam-putih dengan motif kotak-kotak.
Saat ini, keffiyeh menjadi lambar solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina untuk dapat merdeka dari serangan Israel.
Kasus penembakan terhadap tiga pemuda keturunan Palestina menambah daftar runtutan kasus penyerangan akibat kebencian terhadap orang Palestina.
Beberapa minggu sebelum penembakan ini terjadi, seorang anak kecil keturunan Palestina yang masih berumur 6 tahun menjadi korban penusukan sebanyak 26 kali di Illonois, Amerika Serikat. ***