Tampung 3 Negara, Daratan Pulau Raksasa Indonesia Seluas 743.330 Km2 Ini Kian Berubah Menjadi Gurun

inNalar.com – Sudah menjadi rahasia yang mahajana, Indonesia merupakan negara dengan 17.380 pulau bertebaran di antara Samudra Hindia dan Pasifik.

Namun apakah Anda menyadarinya? daratan pulau terluas di Indonesia, Kalimantan, kian berubah menjadi gurun ketika dilihat dari ketinggian pencitraan jauh.

Ironi memang, mengingat tanah yang dahulu diberi nama Borneo ini kita ketahui menampung 3 negara sekaligus di atasnya.

Baca Juga: TikTok Akan Dijual? Donald Trump Sebut Sudah Ada Pembelinya, Orang Super Kaya Raya

Ketiga negara tersebut meliputi negara kita tentunya, belahan timur Malaysia yang mencakup Sabah dan Sarawak, dan Brunei Darussalam.

Berbicara mengenai Pulau Kalimantan, tentu kita akan teringat bagaimana sumbangan penghasil oksigen dunia ini mampu menjadi sahabat baik paru-paru Amazon di belahan dunia lainnya.

Namun sayangnya, analisis Forest Watch Indonesia mengungkap bahwa hutan lebat yang tadinya menjadi rumah bagi satwa spesies orangutan kini semakin tergerus hingga nampak seperti gurun.

Baca Juga: Masjid Nasional IKN Habiskan Rp940 Miliar, Ini Wujudnya yang Mulai Terbentuk

Lintasan sungai besar yang melintangi daratan pulau ini tidak dapat lagi mengimbangi bentang hijau daratan paru-paru dunia Indonesia ini.

Pencitraannya semakin berubah menjadi hamparan gurun, maksudnya, semakin gersang dan mengering. Penyebabnya?

Penyebabnya tentu karena tuntutan modernisasi kehidupan manusia. Bisa dibayangkan, kurun waktu 8 tahun (2000-2008) sebanyak 1,8 juta hektare lahan di Kalimantan Selatan menjadi kavling industri, menurut IESR.

Baca Juga: Juliana Marins, Pendaki Asal Brasil yang Tewas di Gunung Rinjani Dipulangkan Malam Ini

Sementara menurut statistika Forest Watch Indonesia, sebanyak 35,162 hektare lahan di Kalimantan Barat terpantau mengalami deforestasi terbesar di Indonesia.

Penyusutan lahan hijau disusul dua provinsi di tanah Borneo, yakni hutan Kalteng menyusut 30,433 hektare dan jenggala Kaltim susut pula hingga 28,633 hektare.

Tidak heran apabila negara kita memiliki tingkat laju kehilangan hutan tropis tertinggi di dunia.

Mirisnya, Kalimantan Timur dan Tengah menjadi provinsi dengan kerusakan hutan terparah di Indonesia.

Biang keladinya tentu tidak jauh dari industri tambang dan sawit. Sementara Kalbar menghadapi isu deforestasi alih lahan gambut yang dirubah menjadi area perkebunan.

Tidak terlepas pula terjadi pada Provinsi Kalsel yang semakin kehilangan area daratan rendah dan hutannya.

Baca Juga: Berjuluk Jurassic Park Indonesia, Pulau Terindah Maluku Seluas 2.650 Km2 Tak Lagi Jadi yang Paling Asli di Asia Tenggara

Lantas, bagaimana nasib Kaltara? Meski provinsi ini terbilang baru dimekarkan, tetapi sudah terlihat adanya tekanan lingkungan.

Tekanan lingkungan terjadi akibat adanya pembukaan lahan untuk pengerjaan infrastruktur dan proyek energi.

Menurut data terbaru dari Goodstats (2024), Pulau Kalimantan sendiri disebut telah kehilangan 129.896 hektare lahan.

Baca Juga: Cara Daftar Ulang UMPTKIN 2025, Begini Panduan dan Dokumen yang Wajib Diunggah

Pencapaian yang tidak membanggakan ini sekaligus menobatkan daratan luas ini sebagai provinsi dengan tingkat deforestasi tertinggi di Indonesia.

Ini semua dapat menyebabkan perubahan iklim yang tidak hanya menimpa negara kita, tetapi keutuhan dunia secara umum mengingat Borneo adalah salah satu paru-paru dunia.***

REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]