

inNalar.com – Belakangan ini, pasukan netizen julid asal Indonesia dan Malaysia bergabung untuk menyerang akun media sosial IDF.
Gerakan netizen untuk menyerang akun IDF disebut-sebut sebagai gerakan Julid fi Sabilillah, sampai trending di platform Twitter atau X.
Namun, banyak netizen yang salfok dengan nama netizen Malaysia, yaitu ‘Tentera Bawang’ atau Tentara Bawang dalam bahasa Indonesia.
Baca Juga: Disetujui Menteri Keuangan! Tunjangan Sertifikasi Guru Ikut Naik Susul Gaji ASN Mulai 2024
Dilansir inNalar.com dari cuitan platform X oleh akun @AzzamIzzulhaq, bukan sekedar nama, julukan ini ada asal-usulnya.
Hampir mirip di Indonesia, warga Malaysia khususnya ibu-ibu dan gadis remaja, sering berkumpul untuk memasak hidangan.
Mereka memasak hidangan untuk acara khitanan, pengajian, pernikahan, atau kerja bakti di lingkungan sekitar.
Baca Juga: Aturan Terbaru! Pensiunan PNS Kategori Ini Bisa Dapat Uang Santunan, Terbesarnya Capai Rp8 Juta
Layaknya hajatan di negara Indonesia, warga Malaysia menyajikan makanan khas Melayu, dengan bumbu rempah yang mantap.
Bumbu yang dipakai sangat beragam, sehingga proses mengupas dan meracik bumbu masakan membutuhkan lebih banyak orang.
Salah satu proses yang dikerjakan oleh banyak orang adalah mengupas dan memotong bawang. Saat inilah kaum hawa Malaysia mulai bercerita satu sama lain.
Jangankan kaum hawa, tak jarang kaum adam yang ikut nimbrung. Bermula dari bercerita, menggunjing tetangga pun akhirnya dilakukan juga.
Sambil mengupas dan memotong bawang, mereka menggunjing orang. Oleh karena itu, mereka yang ‘julid’ disebut ‘pembawang’ di Malaysia.
Komunitas julid Indonesia, yang menyerang Zionis Israel lewat media sosial, menggandeng para ‘pembawang’ untuk ikut bergabung.
Para netizen dari Malaysia kemudian menggunakan istilah ‘Tentera Bawang’ untuk menyebut komunitas mereka.
Hingga artikel ini ditulis, cuitan tersebut telah meraih 298 ribu tayangan, 7.180 like, 2.244 retweet, dan 90 komentar.
Ada netizen yang ternyata sebelumnya sempat salfok dengan istilah ‘Tentera Bawang’, dan bertanya-tanya apa maksudnya.
“Dari kemarin bertanya-tanya, kenapa pakai istilah tentara bawang. Eh, ternyata ada filosofinya. Mantap, selamat datang,” tulis akun @kaca******.
Ada juga netizen yang bahkan sudah dua tahun lamanya penasaran dengan maksud ‘Tentera Bawang’.
“Akhirnya tau juga sejarahnya, dari 2 tahun yang lalu udah penasaran,” tulis akun @Fitr********.
Netizen lain turut berkomentar, mengatakan bahwa dijulidin Indonesia dan dibawangin Malaysia memiliki efek yang sama-sama pedasnya.
“Dijulidin dan dibawangin efeknya sama pedas,” tulis akun @ana*******.
Ada juga netizen yang menulis komentar lucu, menurutnya bawang sangat cocok dipadukan dengan cabai agar lebih pedas.
“Wah, tinggal nyari tentara cabe rawit setannya nih,” tulis akun @Nona5******* saat berkomentar. ***