Inginkan Gencatan Senjata Permanen! PBB Serukan Dunia untuk Bersatu Kampanyekan Penghentian Blokade Jalur Gaza oleh Penjajah Israel

inNalar.com – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa atau Sekjen PBB menyerukan kepada dunia untuk bersatu agar mengkampanyekan penghentian blokadi Jalur Gaza oleh Israel.

Antonio Guterres selaku Sekjen PBB mengungkapkan bahwa ia ingin menyerukan gencatan senjata jangka panjang agar penderitaan rakyat Palestina dapat diakhiri.

Guterres juga menyerukan akses tidak terbatas untuk bantuan ke Jalur Gaza.

Baca Juga: Sudah Alami Kenaikan! PNS Golongan I dan II yang Pensiun Sebelum Januari 2019 Bakal Terima Gaji Pensiunan Segini

Ia juga menambahkan agar ada perlindungan bagi warga sipil serta mengakhiri pelanggaran hukum kemanusiaan internasional.

Menurutnya, tidak ada tempat yang aman bagi warga Gaza untuk mendapatkan perlindungan.

Terlebih, situasi di Tepi Barat tengah diduduki tidak terkecuali wilayah Yerusalem Timur.

Baca Juga: Public Expose Live: Terus Bertransformasi, BRI Optimis Menutup Tahun 2023 Dengan Kinerja Cemerlang

Melansir dari Antara, PBB masih terus berkomitmen untuk mendukung kebebasan rakyat Palestina tanpa goyah sekalipun.

PBB mengutarakan aspirasi rakyat Palestina untuk mendapat hak-hak mereka.

Dengan tujuan membangun masa depan yang aman, damai, dan adil serta bermanfaat bagi setiap orang.

Baca Juga: Hingga 9 Desember, Kompetisi BRI Write Fest 2023 Tawarkan Hadiah Ratusan Juta! Ini Syarat dan Ketentuannya

Israel sendiri sebelumnya telah menyepakati adanya jeda kemanusiaan sejak serangan pertama di 7 Oktober 2023.

Terdapat lebih dari 50 dari 250 sandera yang ditahan Hamas telah dibebaskan dalam jeda kemanusiaan ini.

Sebagai gantinya, Israel telah membebaskan juga sekitar 150 tahanan Palestina dari penjara mereka.

Sekjen PBB juga mengatakan perpanjangan gencatan senjata antara Israel dan Hamas perlu terus dilakukan.

Ia mengungkapkan bahwa jeda kemanusiaan adalah langkah yang baik setelah sekitar 50 hari lebih penjajah Israel membantai rakyat di Jalur Gaza.

Hanya saja, ia berpendapat bahwa tindakan ini tidak memberikan manfaat yang cukup bagi kondisi masyarakat pasca hancurnya infrastruktur.

Ia berharap agar ke depannya penjajah Israel dengan Hamas menyetujui gencatan senjata permanen sebagai dasar kemanusiaan.

Menurutnya, hal ini jauh lebih layak demi menyelamatkan jutaan jiwa yang terlantar di Gaza.

Belum lagi lambannya bantuan kemanusiaan yang masuk akibat akses sangat terbatas.***

 

Rekomendasi