

inNalar.com – Selama lebih dari 3 tahun belakangan ini China telah berjuang melawan pandemi Covid-19.
Akan tetapi, kabar mengejutkan terdengar karena saat ini kasus pneumonia tengah meningkat di China.
Wabah pneumonia di China terbilang cukup parah dan kebanyakan menyerang anak-anak.
Ribuan anak-anak berdesakan untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit karena masalah pernapasan yang parah.
Kasus ini sendiri meningkat begitu pesat khususnya di wilayah Beijing dan Liaoning, China.
Mereka menunjukkan beberapa gejala pneumonia seperti demam tinggi sampai radang di saluran pernapasan.
Baca Juga: Public Expose Live: Terus Bertransformasi, BRI Optimis Menutup Tahun 2023 Dengan Kinerja Cemerlang
Akankah Wabah Pneumonia Jadi Pandemi Baru Setelah Covid-19?
Sampai saat ini masih belum ada data yang mendukung kemungkinan wabah pneumonia dapat menjadi pandemi baru.
Akan tetapi, tetap saja kasus yang menyerang pernapasan ini perlu segera di selesaikan.
Terkait memburuknya wabah tersebut di China, beberapa negara telah waspada akan kasus pernapasan menular tersebut tidak terkecuali Indonesia.
Melansir dari Antara, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa wabah pneumonia yang menyerang anak di China ini bukan karena bakteri atau virus baru layaknya Covid-19.
Akan tetapi, sesuai dengan edaran yang dirilis Kemenkes RI dan WHO, wabah ini terjadi akibat virus atau bakteri lama.
Ia menjelaskan bahwa kasus lonjakan tersebut terjadi akibat kondisi masyarakat dan lingkungannya sehingga menyebabkan patogen baru hidup kembali.
Dengan begitu, wabah pneumonia bukan sesuatu yang baru seperti Ebola maupun Covid.
WHO sendiri telah merespon wabah ini dengan meminta seluruh negara memperketat pencegahannya.
Menkes juga menghimbau kepada para orang tua untuk memastikan anak-anak mereka memiliki daya tahan tubuh tinggi.
Dengan begitu, mereka tidak mudah tertular penyakit yang menyerang pernapasan tersebut.
Pasien yang terkena wabah ini sendiri memiliki beberapa gejala. Seperti kelelahan, batuk, demam, dan lainnya.
Menkes juga menjelaskan bahwa obat untuk wabah pneumonia ini telah ada di Indonesia.
Dengan begitu, pemerintah tidak perlu melakukan impor.
Pasalnya, penyakit tersebut memang bukan baru sehingga perlu memastikan saja.***