

inNalar.com – Berbicara mengenai kekejaman Israel, hingga kini terdapat lebih dari 15 ribu jiwa melayang sejak serangannya pada 7 Oktober 2023 silam.
Ternyata jauh sebelum itu, tepatnya pada tahun 2001 terdapat seorang jurnalis investigatif Swedia yang bernama Donald Bostrom yang mengungkap fakta kejahatan Israel lainnya terdahap Palestina.
Kabar dugaan kejahatan lain yang dilakukan Israel terhadap Palestina tersebut beredar luas di media sosial.
Donald Bostrom mengungkap fakta bahwa Israel diduga pernah mencuri mayat warga Palestina.
Tak haya mencuri mayat warga Palestina, Israel juga diduga mencuri organ dari jenazah warga Palestina.
Israel diduga mencuri organ dari jenazah warga Palestina untuk dijual.
Bahkan Donald Bostrom juga menyatakan bahwa PBB mengetahui akan hal ini.
Namun, PBB tidak dapat melakukan tindakan apapun untuk menghukum Israel atas kekejamannya.
Selain pengakuan dari jurnalis Swedia Donald Bostrom, isu mengenai pencurian mayat ini juga diungkap oleh ahli patologis utama.
Tepatnya pada Desember 2009, terdapat ahli patologi utama di L. Greenberg National Institute of Forensic Medicine, Yehuda Hiss yang mengakui adanya pencurian mayat yang dilakukan oleh Israel.
Yehuda Hiss mengakui dalam wawancaranya bahwa Israel mengambil organ dari Janezah Palestina.
Bahkan, ia mengatakan bahwa Israel mencuri mayat dari Palestina tanpa izin dari keluarga mereka.
Baca Juga: Ada Sweet Home, 4 Drama Korea Terbaru yang Dibintangi oleh Song Kang yang Bikin Berdebar!
Selain itu dijual organnya, Israel juga memakai organ tubuh orang Palestina untuk penelitian medis di universitas yang ada di Israel.
Kabar ini tentunya mendapat kecaman dari berbagai pihak apalagi PBB yang mengetahui hal ini tetapi tidak dapat bertindak.
Hingga kini pun PBB dianggap gagal mengeluarkan resolusi atas pertempuran yang terjadi antara Israel dan Hamas.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi