Para Pengungsi Rohingya di Aceh Diberi Makanan Bergizi, Warganet Bandingkan dengan Makanan Program Pencegah Stunting di Tanah Air

inNalar.com – Viral beredar di media sosial mengenai makanan yang diberikan kepada para pengungsi Rohingya di Aceh.

Pasalnya dalam video tersebut, tampak makanan-makanan yang diberikan ke pengungsi Rohingya sangat bergizi.

Selain bergizi, para pengungsi Rohingya juga diberikan makanan pendamping yang lezat.

Video makanan-makanan yang diberikan kepada pengungsi Rohingya ini diunggah oleh akun instagram @viralsekali.

Baca Juga: KPU Rilis Tema Debat Capres, Tajuk Hukum dan HAM Bikin Ganjar – Mahfud Percaya Diri sampai Prabowo – Gibran dan Anies – Imin Atur Strategi Khusus

Dalam video tersebut, terdapat kegiatan para warga sekitar yang sedang mempersiapkan nasi bungkus untuk para pengungsi Rohingya.

Meskipun hanya nasi bungkus, tapi makanan-makanan tersebut cukup bergizi dengan porsi yang cukup banyak.

Diketahui bahwa makanan-makanan yang diberikan ke para pengunsi Rohingya merukapakan sumbangan dari masyarakat desa.

Selain itu, ada pula yayasan yang juga memberikan bantuan berupa snack untuk anak-anak pengungsi Rohingya.

Baca Juga: Jokowi Bikin ASN Gembira di 2024, Gaji PPPK Dokter Lulusan Magister Linier Naik yang Tadinya Rp5,7 Juta Berubah Jadi Segini

Makanan-makanan dan snack bergizi yang diberikan untuk pengungsi Rohingya ini malah mendapat sorotan dari warganet.

Warganet membandingkan makanan-makanan bergizi yang diberikan ke pengungsi Rohingya dengan makanan program pencegah stunting di Indonesia.

Beberapa minggu yang lalu, viral beredar foto makanan pencegah stunting di salah satu kota yang ada di Indonesia yang disebut-sebut kurang layak.

Makanan-makanan program pencegah stunting di salah satu kota yang ada di Indonesia tersebut juga diberikan dengan porsi yang sedikit.

Baca Juga: Pemilu Mendekat, Janji-Janji Politik Semakin Merapat! Ganjar Pranowo Ingin Naikkan Gaji Guru sampai Rp30 Juta, Realistis?

Mengingat anggaran yang dikeluarkan oleh pemerintah cukup besar, tetapi tidak sebanding dengan makanan yang diterima oleh masyarakat.

Maka dari itu, banyak warganet yang miris dengan program pencegah stunting di Indonesia karena selalu di sunat anggarannya.

Seharusnya, dari anggaran yang miliaran tersebut dapat menghasilkan makanan-makanan yang jauh lebih baik dan layak.*** 

Rekomendasi