
inNalar.com – Presiden Prabowo Subianto diminta untuk melakukan reshuffle Menteri UMKM, Maman Abdurahman pada Jumat 04 Juli 2025.
Sosok Menteri UMKM, Maman Abdurahman saat ini tengah menjadi perbincangan hangat di masyarakat.
Hal ini buntut beredarnya Surat berkop Kementerian UMKM yang berisikan permohonan penggunaan fasilitas negara tertanggal 30 Juni 2025.
Dalam dokumen tersebut tampak narasi pengajuan pengawalan terhadap istri Menteri UMKM, Agustina Hastarini saat melakoni lawatan bertajuk ‘Misi Budaya’ di tujuh negara di Eropa.
Surat berkop Kementerian UMKM ini teregister dengan nomor B-466/SM.UMKM/PR.01/2025 dan ditujukan terhadap KBRI di negara tujuan Agustina.
Masih dalam surat yang sama, diketahui istri Menteri UMKM dijadwalkan mengunjungi Istanbul, Pomorie, Sofia, Brussel, Amsterdam, Brussels, Paris, Lucerne, dan Milan mulai tanggal 30 Juni s.d 14 Juli (14 hari).
Sontak masyarakat dibuat geram, pasalnya KBRI tidak punya wewenang pengawalan di luar negeri.
Terlebih, istri Menteri UMKM itu bukan seorang pejabat negara dan tidak dalam kunjungan dinas.
Hastag reshuffle Menteri UMKM, Maman Abdurrahman pun menjadi trending topik di X (dulu Twitter) pada Jumat 04 Juli 2025 sejak pukul 15.00 WIB.
Berdasarkan pantauan inNalar.com “#ReshuffleMenteriUMKM” mencapai 5 ribu cuitan di X per hari ini, pukul 21.32 WIB.
Di lain sisi, kata kunci ‘Misi Budaya’ yang secara tersirat merujuk pada acara istri Menteri UMKM di luar negeri, juga 4 ribu kali digunakan sebagai postingan.
Kedua volume kata kunci dan hastag tersebut kemungkinan masih terus merangsek naik karena sosok Maman Abdurrahman dan istrinya masih menjadi pembahasan hangat di kalangan masyarakat.
Perkara inilah yang membuat warganet di Indonesia meminta agar Presiden Prabowo segera mereshuffle Menteri UMKM karena dinilai melakukan penyalahgunaan wewenang.
Terakhir kali, Presiden Prabowo melakukan reshuffle menterinya pada 19 Februari 2025.
Kala itu, sosok Brian Yuliarto menggantikan posisi Satryo Soemantri Brodjonegoro sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek).
Pergantian Mendikti Saintek ini dipicu dari viralnya Satryo yang berlaku sewenang-wenang terhadap para pegawai Kemendikti Saintek.
Alhasil, sosok Satryo Soemantri pun mengajukan pengunduran diri tepat pada tanggal 19 Februari 2025. Namun, Prabowo sempat menolaknya, meski ujungnya tetap diganti.
Kejadian sama berlaku juga pada Gus Miftah yang sempat menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan pada 6 Desember 2024.
Waktu itu Gus Miftah tersandung polemik merendahkan seorang penjual es teh bernama Suhaji menggunakan kalimat kasar di sebuah majelis keagamaan.
Warganet pun sontak melakukan social justice warrior (SJW) di X dengan hastag pecat Gus Miftah.
Jika melihat pola tersebut bukan tidak mungkin Menteri UMKM, Maman Abdurrahman akan mengalami hal yang sama. Baik itu berupa pengunduran diri akibat desakan dari masyarakat atau langsung dicopot oleh Prabowo.
Pergantian menteri pemerintahan Prabowo tergolong lebih cepat dibanding era Presiden Jokowi.
Di periode pertama, Jokowi melakukan reshuffle pertama pada 12 Agustus 2014. Kala itu, ia mengangkat Pramono Anung sebagai Sekretaris Kabinet menggantikan Andi Widjajanto.
Menanggapi polemik ini, Menteri UMKM Maman Abdurrahman langsung memberikan klarifikasi secara lengkap mengenai duduk perkara yang menyeret Agustina Hastarini.
Maman Abdurrahman mengatakan bahwa istrinya mengunjungi 7 negara di Eropa dalam rangka ‘Misi Budaya’ serta mendampingi anaknya yang tengah menjalani suatu perlombaan.
Kegiatan ini, kata Menteri UMKM, rutin dilakukan setiap tahun oleh institusi pendidikan tempat anaknya bersekolah.
Ia juga membantah bahwa istrinya menggunakan dana negara dalam kunjungan ke luar negeri.
“Satu rupiah pun tidak ada uang dari uang negara dan tidak uang dari pihak lain,” kata Menteri UMKM, Maman Abdurrahman di depan Gedung Merah Putih, Jumat 04 Juli 2025.
Lebih lanjut, Maman menegaskan bahwa tidak pernah ada perintah untuk membuat secara surat resmi berisikan permohonan penggunaan fasilitas negara, baik itu berupa pengawalan.
Pernyataan ini dilontarkan, untuk segera menyudahi opini liar terkait Agustina Hastarini di media sosial.
“Jadi saya mohon kepada teman-teman ini menyangkut harga diri saya dan keluarga. Tolong sudahi polemik ini, ini fitnah,” ujarnya.
“Saya nggak ngerti (surat berkop Kementerian UMKM), makanya saya juga bingung,” kata Maman Abdurrahman.
Agustina Hastarini lebih populer dengan nama Tina Astari, lahir di Jakarta pada tanggal 19 Agustus 1979.
Dia merintis karirnya di dunia hiburan Indonesia sebagai aktris sinetron dan film pada era 2000 an.
Sebelum menikah, ia sudah malang melintang dan menjadi bintang terkenal dalam dunia persinetronan. Agustina dan Maman resmi menikah pada 20 November 2011.
Adapun beberapa sinetron yang dibintangi oleh istri Menteri UMKM tersebut adalah Darah Gudang, Zahra, Sinar, Wanita Perindu Surga dan Cinta yang Hilang.
Semenjak membangun bahtera rumah tangga bersama Maman Abdurrahman, Agustina banting setir menjadi pebisnis.
Diketahui, ia mendirikan dua brand kecantikan dan kesehatan, yakni Larina Beauty dan Fresh Pora.
Istri Menteri UMKM tersebut juga terlihat aktif dalam organisasi. Saat ini, ia menjabat sebagai Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian UMKM.
Lebih lanjut, Agustina sekarang menjabat sebagai Ketua Bidang Kemitraan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas). Ia kerap tampil di panggung sebagai narasumber.