Jumlah Pengungsi Terus Bertambah, Presiden Jokowi Perintahkan Menkopolhukam untuk Segera Tangani Rohingya

inNalar.com – Presiden Jokowi telah memerintahkan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD untuk menangani masalah pengungsi Rohingya.

Seperti yang diketahui, jumlah pengungsi Rohingya terus bertambah di Indonesia.

Presiden Jokowi memerintahkan Menkopolhukam bersama-sama dengan UNHCR untuk mengatasi masalah tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh orang nomor satu di negara ini pada jelang keberangkatannya menuju NTT di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta pada Senin, 4 Desember 2023 lalu.

Baca Juga: Pengungsi Rohingya Capai 1.478 Orang, Wapres Ma’ruf Amin Ungkap Pulau Galang di Kepulauan Riau Bisa Jadi Opsi Penampungan, Tapi…

Melansir dari Antara, UNHCR sebagai lembaga PBB untuk mengungsi mengatakan bahwa Rohingya tidak datang ke tanah air untuk mengeksploitasi Indonesia.

Akan tetapi, UNHCR menyebutkan bahwa mereka sebagai orang-orang tangung yang apabila dikaryakan dapat berkontribusi kepada masyarakat.

Mitra Salima selaku juru bicara UNHCR Indonesia mengatakan bahwa pengungsi tersebut berdatangan akibat keputusasaan.

Yakni diakibatkan oleh meningkatnya kasus penculikan, pembunuhan, dan situasi berbahaya lain di tempat tinggal sebelumnya.

Baca Juga: Tahun Baru Ada Bonus Baru! 3 Jenis Royalti Ini Bakal Dikantongi PNS Januari 2024 Nanti, Apa Saja?

Menurutnya, pengungsi Rohingya telah mengetahui dan selalu diingatkan oleh UNHCR bahwa mereka merupakan tamu di Indonesia.

Dengan begitu, mereka perlu mengikuti hukum dan aturan adat yang berlaku.

Ia juga menegaskan bahwa UNHCR di Indonesia membantu pemerintah dalam menangani masalah pengungsi.

Termasuk membantu mencari solusi terbaik bagi mereka.

Baca Juga: Duta Besar Palestina untuk Zimbabwe Tewas dalam Serangan yang Dilancarkan Israel

Ia mengungkapkan bahwa lebih dari 70% pengungsi Rohingya telah mendarat di tanah air selama satu bulan terakhir.

Tidak terkecuali perempuan dan juga anak-anak. Terlebih selama puluhan tahun mereka telah mengalami penderitaan ekstrem di Myanmar.

Tahun 2022 lalu termasuk salah satu tahun paling mematikan.

Pasalnya, sebanyak 348 orang telah tewas atau hilang dengan tragis termasuk diantaranya anak-anak.

Baca Juga: Buka UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023, Presiden Joko Widodo Apresiasi Keberpihakan BRI Majukan UMKM

Berdasarkan data UNHCR, pengungsi Rohingya telah menyelamatkan diri di beberapa negara lainnya juga.

Antara lain seperti Malaysa, Bangladesh, hingga India.***

Rekomendasi