

inNalar.com – Belakangan ini ramai diperbincangkan mengenai penolakan warga Aceh atas kedatangan ratusan pengungsi Rohingya di Pulau Sabang.
Diketahui pengungsi Rohingya mendarat di Pulau Sabang pada Sabtu, 2 Desember 2023.
Setidaknya lebih dari 100 pengungsi Rohingya termasuk anak-anak dan perempuan yang terdampar di Pulau Sabang.
Eksodus Etnis Rohingya ke Indonesia khususnya Aceh tentu tak luput dari sorotan media-media asing.
Mengutip dari The Straits Times, masih terdapat ratusan pengungsi Rohingya berada di dua kapal yang terapung di Laut Andaman.
Dua kapal yang masih terapung di Laut Andaman tersebut diperkirakan mengangkut kurang lebih 400 orang.
Kedatangan mereka pada 2 Desember 2023 di Pulau Sabang ini terjadi setelah ribuan pengungsi Rohingya mendarat di Aceh seebelumnya.
Pada tanggal 22 November terdapat 465 anak-anak Rohingya telah tiba di Indonesia dengan perjalanan menggunakan perahu selama berhari-hari.
Mendaratnya mereka di Aceh terseut merupakan gelombang pengungsi Rohingya terbesar di Indonesia sejak tahun 2015 silam.
Diketahui bahwa jumlah pengungsi yang melaut telah meningkat lebih dari 80 persen.
Lebih dari 3.570 Muslim Rohingya telah meninggalkan Bangladesh dan Myanmar tahun 2023 ini.
Angka tersebut naik dari hampir 2.000 jiwa pada periode yang sama tahun 2022.
Dari mereka yang meninggalkan negara tersebut tahun 2023 ini, 225 orang diketahui telah meninggal atau hilang.
Para pengungsi Rohingya yang mendarat di Aceh maupun di Pulau Sabang diberikan bantuan sementara berupa makanan dan snack.
Melihat hal tersebut, UNHCR memuji teladan solidaritas dan kemanusiaan yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia.
Bahkan, menurut UNHCR perilaku masyarakat Indonesia itu harus diikuti oleh negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi