

inNalar.com – Pembangunan Bendungan di Nusa Tenggara Timur (NTT) akan menjadi harapan kesejahteraan ekonomi masyarakat Kabupaten Nagekeo.
Pasalnya biaya pembangunan bendungan yang mencapai Rp1,47 triliun ini memiliki kapasitas jumbo yang diramalkan produksi beras daerahnya mengganda 250 persen.
Hal tersebut sebagaimana diungkap oleh Presiden Jokowi saat kunjungannya di Kabupaten Nagekeo pada Selasa, 5 Desember 2023.
Lawatannya tersebut dilakukan dalam rangka memastikan progres pembangunan infrastruktur pendukung ketahanan pangan nasional.
Baca Juga: Disetujui Menpan RB dan DPR, Batas Usia Pensiun PNS Berhasil Dipangkas dalam UU ASN Terbaru
Diketahui pula Presiden Jokowi saat berkunjung di Bendungan Mbay nampak didampingi pula bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.
Harapan produksi beras bakal mengganda 2,5 kali lipat dari lahan sawah yang tersebar di Kabupaten Nagekeo tentu didukung oleh kapasitas mumpuni waduk yang besar pula.
Bendungan Mbay ini dirancang memiliki genangan seluas 499,55 hektare dengan sumber aliran airnya datang dari Sungai Aesesa.
Adapun kapasitas tampungan airnya juga akan dibangun untuk 51,74 juta meter kubik.
Baca Juga: PNS Jabatan Struktural Eselon Akan Terima Tunjangan Fantastis Tiap Bulan, Cek Nominalnya!
Dengan kapasitas tampungan besar tersebut, diharapkan wilayah Mbay Kanan dan Kiri seluas 6.100 hektare bakal semakin berkembang produksinya.
Keberadaan Bendungan raksasa yang baru di Kabupaten Nagekeo ini pun disebut semakin meningkatkan daya tampung air yang sebelumnya telah dibangun sebanyak tiga bendungan besar di Nusa Tenggara Timur.
Berdasarkan tinjauan terakhir, melansir dari situs Kementerian PUPR, progres pengerjaan waduk ini telah masuki tahap breakthrough terowongan pengelak.
Capaian progres pembangunannya dikonfirmasi telah mencapai 27 persen.
Proses konstruksi Bendungan Mbay ini diketahui telah dimulai sejak 2021 melalui kesepakatan 2 paket pengerjaannya.
PT Waskita Karya (Persero) Tbk merupakan bagian kontraktor yang diketahui mengerjakan konstruksi paket I.
Sementara PT Brantas Abipraya adalah pihak lainnya yang mengerjakan pengerjaan paket II.
Jika keseluruhan pembangunan telah rampung dan siap digunakan secara optimal, diharapkan irigasi pertanian di Nagekeo bakal mencakup 6.100 hektare.
Adapun rinciannya meliputi 4.200 hektare lahan baru dan potensi lahan lainnya seluas 1.900 hektare.
Sebagai informasi tambahan, pada masa Pemerintahan Jokowi, realisasi waduk di NTT sejauh ini telah mencakup tiga bendungan raksasa, di antaranya sebagai berikut.
Bendungan Raknamo berlokasi di Kabupaten Kupang yang telah realisasi pada tahun 2018.
Selanjutnya ada pula Waduk Rotiklot di Kabupaten Belu yang siap guna sejak tahun 2019.
Dua tahun setelahnya ada pula Bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka yang meningkatkan daya tampung air sejak tahun 2021.
Adapun selain pembangunan Bendungan Mbay di Kabupaten Nagekeo, ada pula waduk Manikin di Kupang, serta Temef di wilayah Timor Tengah Selatan yang juga dalam proses realisasi.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi