
inNalar.com – Jadi pesaing Whatsapp dan Telegram, aplikasi BitChat besutan eks CEO X (dulu Twitter) Jack Dorsey siap menjadi penantang baru dalam inovasi pesan instan.
Pasalnya, Bitchat memiliki keunggulan lebih menarik dibandingkan para pendahulunya seperti Whatsapp dan Telegram. Aplikasi tersebut tidak memerlukan koneksi internet untuk dapat saling terhubung satu sama lain.
Ditengah-tengah dominasi Whatsapp sebagai pesan instan, Bitchat hadir sebagai wajah baru yang siap menggebrak pasar teknologi digital.
Meskipun terbilang baru, Bitchat buatan Jack Dorsey ini, memungkinkan para pengguna berinteraksi hanya dengan jaringan bluetooth. Teknologi yang saat itu sering digunakan untuk mentransfer file seperti lagu atau dokumen secara jarak pendek.
Kali ini, sepertinya pengguna dapat memutar memori ke belakang pada era dimana bluetooth masih menjadi andalan dalam proses transfer data.
Fitur dan Keunggulan Istimewa, Siap Menggebrak Peminat Pesan Instan?
Akses internet yang belum merata di Indonesia, menjadikan Bitchat sebagai alternatif untuk berkomunikasi antar sesama.
Baca Juga: Resmi! Ini Rincian Gaji dan Tunjangan PNS Setelah Pensiun Berdasarkan PP Nomor 8 Tahun 2024
Selain itu, meskipun pengguna tidak memiliki akses internet baik berupa Wi-Fi ataupun kuota, Bitchat tetap dapat diakses bahkan ketika sinyal handphone sedang lemah.
Tak seperti WhatsApp dan Telegram untuk menggunakan BitChat pun tidak memerlukan nomor telepon sebagai syarat pendaftaran. Bahkan, aplikasi ini tidak memerlukan server pusat dalam pengoperasiannya.
Selain itu dari segi kenyamanan, aplikasi ini menawarkan privasi tanpa server terpusat yang memungkinkan pengguna ada kontrol atau akses lebih terhadap data pribadi masing-masing.
Pengguna yang aware akan privasi mungkin melihat ini sebagai keunggulan tersendiri.
Dari segi familaritas, beberapa aplikasi pesan instan seperti WhatsApp dan Telegram sudah lebih dulu populer dan terus berinovasi mencapai banyak pengguna.
Meskipun menawarkan segala keunggulan yang membedakannya dengan aplikasi pesan lain, Bitchat buatan Jack Dorsey tetap perlu menyempurnakan fitur-fiturnya.
Berbagai tantangan kedepan seperti masalah kepercayaan pengguna menjadi fokus penting. Bitchat perlu membangun ekosistem dan target dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Meski terlihat menjanjikan dengan koneksi tanpa internet, jarak jangkauan yang jauh berpotensi menjadi hambatan saat ingin saling terhubung.
Sebagai pendatang baru tentu menjadi PR besar bagi Bitchat untuk mencapai target unduhan. Jumlah pengguna yang masih sedikit bisa saja membuat orang lain ragu mencobanya.
Memasuki era dimana internet tidak dapat lepas dari kehidupan sehari-hari, Bitchat muncul sebagai pilihan baru yang layak dilirik.
Dengan menjanjikan konektifitas tanpa koneksi internet, aplikasi Bitchat buatan Jack Dorsey itu membawa manfaat bagi wilayah dengan akses internet terbatas.
Bagi pengguna yang selalu mengikuti perkembangan teknologi, Bitchat menjadi salah satu wish list yang dapat dicoba. Terlebih yang memilki jiwa eksploratif untuk mengeksplor aplikasi ataupun inovasi baru.***(Mustain)