

inNalar.com – Erupsi Gunung Marapi di Sumatera Barat telah menelan banyak korban.
Erupsi terjadi pada Minggu, 3 Desember 2023 lalu dengan memuntahkan abu dan bebatuan ke udara.
Sebanyak 23 korban tewas akibat erupsi seluruhnya telah dievakuasi oleh petugas gabungan.
Salah satu korban yang menyimpan kisah heroik sekaligus mengharukan adalah dari Muhammad Adan.
Baca Juga: CPNS 2024 di Depan Mata, Intip Persyaratan dan Proses Seleksinya, Pelamar Wajib Siapkan Hal Ini
Diketahui, Muhammad Adan adalah pendaki pertama yang ditemukan oleh tim SAR.
Pada saat itu, Adan ditemukan dalam keadaan kaki yang remuk dan satu kaki lain telah putus.
Ia mendapati kondisi yang benar-benar payah untuk berjalan.
Diketahui pula, saat itu Adan sempat menghubungi ibunya untuk mengabarkan kondisinya yang tidak bisa berjalan dan kehausan.
Dalam keadaan seperti ini, Adan malah meminta kepada tim SAR untuk menyelamatkan Zhafirah.
Yakni salah satu pendaki wanita yang berada tidak jauh dari lokasinya.
Melansir dari unggahan Instagram @pendakilawas, Adan meminta pada tim untuk menyelamatkan Zhafirah terlebih dahulu, kemudian ia menunggu di atas.
Adan sengaja meminta kepada tim SAR untuk menyelamatkan perempuan terlebih dahulu.
Baca Juga: Jadwal dan Link Live Streaming Final Guwahati Masters 2023: Ada All Indonesian Finals
Ia juga mengaku bahwa dirinya masih kuat dengan keadaannya yang sangat parah tersebut.
Muhammad Adan lebih memilih mengalah agar pendaki lain dapat diselamatkan terlebih dahulu.
Sementara jarak dari lokasi Adan menuju posko penyelamatan ini memerlukan waktu tempuh 4-5 jam lamanya.
Baik kondisi Zhafirah maupun Adan sendiri sama-sama kritis.
Zhafirah mengalami luka bakar sebanyak 45% dan sudah mendapatkan rujukan ke RSUP Dr. M. Djamil Padang, Sumatera Barat.
Keadaan Zhafirah saat itu juga memiliki kemungkinan yang sama.
Yaitu tidak dapat selamat apabila terlambat mendapatkan pertolongan.
Sedangkan tim SAR juga tentu mengalami kesulitan apabila harus membawa turun dua orang sekaligus.
Baca Juga: Hore! PPPK Golongan Ini Bakal Terima Gaji Hampir Rp6 Juta Pada Tahun 2024 Nanti, Golongan Mana?
Baca Juga: Bulutangkis Indonesia Ngamuk Bantai Malaysia, Pastikan 1 Gelar Juara di Guwahati Masters 2023
Akhirnya, tim SAR terpaksa menyetujui permintaan Muhammad Adan agar menyelamatkan pendaki perempuan terlebih dahulu.
Zhafirah sendiri dibawa turun oleh tim sekitar pukul 05.00 pagi.
Kemudian mereka kembali naik ke atas untuk menjemput Adan.
Sayangnya, Adan sudah kehilangan nyawanya.
Baca Juga: Kesejahteraan Terjamin, Gaji PPPK Golongan V-VIII dengan Masa Kerja 15 Tahun Naik Sampai Rp300 Ribu
Baca Juga: Update Skuad Indonesia di Malaysia Open 2024: Penuh Kejutan, Kevin-Marcus Balikan?
Diketahui, Adan merupakan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Riau.
Sedangkan Zhafirah adalah mahasiswi dari Politeknik Negeri Padang.
Keduanya sendiri sebenarnya tidak saling kenal, akan tetapi dalam situasi yang sulit Muhammad Adan memutuskan untuk mengorbankan diri demi orang lain.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi