Suplai Air Baku di 3 Wilayah Jateng, Bendungan Berkapasitas 90 Juta M3 Ini Ditarget Rampung 2024

inNalar.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini sedang mengerjakan proyek baru di Wilayah Jawa Tengah.

Proyek tersebut merupakan proyek pembangunan Bendungan Jragung, yang lokasinya berada di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Diketahui proyek Bendungan Jragung di Jawa Tengah ini dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya (Persero).

Baca Juga: Tadinya Gaji Tertinggi Rp5,9 Juta, Gapok Perwira TNI Sekelas Jenderal Makin Elit, Nominalnya Lampaui Penghasilan PNS

Untuk masa pembangunannya, PT Barantas Abipraya (Persero) menargetkan proyek Bendungan Jragung tersebut selesai di tahun 2024 mendatang.

Adanya pembangunan bendungan tersebut diperuntukkan sebagai penyuplai tiga daerah di Kabupaten besar Jawa Tengah.

Dari tiga kabupaten tersebut antara lain adalah, Kabupaten Semarang, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Grobogan.

Baca Juga: 2024 OTW Langsung Jadi PPPK, Honorer 2 Kategori Ini Bisa Langsung Diangkat Tanpa Syarat Berat

Bangunan yang ditujukan sebagai penyuplai air bersih tersebut diketahui memiliki kapasitas tampung 90 juta meter kubik.

Bendungan Jrugung tersebut akan bermanfaat sebagai sumber air baku bagi wilayah Kota Semarang dengan kapasitas 500 liter/detik.

Selain Kota Semarang, bendungan yang memiliki kapasitas 90 juta meter kubik tersebut juga akan bermanfaat sebagai sumber air baku di Kabupaten Grobogan sebesar 250 liter/detik.

Baca Juga: Cukup Punya Ijazah SMA Bisa Lamar CPNS Sipir Penjara di Kemenkumham, Gajinya Capai Rp4 Juta Per Bulan

Tak hanya itu, tanggul air yang ditargetkan selesai pada tahun 2024 tersebut juga diproyeksikan sebagai sumber air bersih di Kabupaten Demak sebesar 250 liter/detik.

Lebih lanjutnya, saat ini proyek Bendungan Jragung di Semarang, Jawa Tengah sedang masa pembangunan.

Seperti dilansir dari laman resmi PUPR, progres pembangunan tanggul air yang ditargetkan selesai pada tahun 2024 tersebut saat ini sebesar 30%.

Pekerjaan pembangunan Bendungan Jragung sebenarnya telah ditandatangani pada akhir tahun 2020.

Sedangkan, kontruksi bangunannya baru mulai dilaksanakan pada pertengahan tahun 2021 setelah proses penyiapan lahan selesai.

Diharapkan, adanya bendungan baru di Jawa Tengah ini mampu memberikan dampak yang lebih baik bagi masyarakat sekitar. ***

 

Rekomendasi