Investasi Rp1.561 Triliun di Sultra, Perusahaan Bahan Baku Baterai Asal China Ini Bakal Buka Pabrik Seluas 11 Ribu Ha di Kawasan Hutan, Amankah?

inNalar.com – Perusahaan penyedia bakan baku baterai terbesar dunia asal China kabarnya akan membuka pabrik baru di Sulawesi Tenggara.

Perusahaan besar yang dimaksud tersebut adalah Huayou Cobalt asal China yang saat ini telah memiliki cabang di Indonesia bernama PT. Indonesia Pomalaa Industry Park (PT. IPIP).

Tidak tanggung-tanggung, perusahan penyedia bahan baku baterai besar di dunia tersebut telah optimis untuk membuka pabrik baterai baru di Indonesia.

Baca Juga: Jadi Kebanggaan Jokowi, Megaproyek Pabrik Pupuk Pertama di Indonesia Timur Ini Plirit Dana Investasi Rp30 Triliunan, Lokasinya…

Keoptimisan perusahaan ini dibuktikan dengan adanya kunjungan lapangan ke lokasi Kawasan Industri IPIP yang dilaksanakan beberapa waktu lalu.

Diketahui, proyek Kawasan Industri Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP)ini ternyata telah masuk ke dalam PSN (Proyek Startegis Nasional).

Sebab itu, Pemerintah Indonesia dan PT IPIP telah optimis akan mendirikan pabrik baterai baru di Indonesia.

Baca Juga: 3 Sejarah yang Bisa Diciptakan Indonesia di BWF World Tour Finals 2023, Akhiri Puasa Gelar

Diharapkan pabrik tersebut akan mampu menyerap tenaga kerja hingga mencapai 50.000 hingga 100.000 orang.

Megaproyek yang diharapkan mampu menghadirkan 50.000 hingga 100.000 orang tersebut diketahui memiliki nilai investasi yang mencapai 100 milyar USD.

Jika disetarakan, nilai 100 milyar USD sama dengan Rp1.561 triliun.

Baca Juga: Investasi Rp883 Miliar, Megaproyek SPAM di Bandung Jawa Barat Adopsi Skema Pembiayaan Infrastruktur India Demi Pasok Air ke 4 Daerah Sekaligus

Terkait lokasinya, kabarnya megaproyek akan ditempatkan di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Seperti yang dilansir dari laman resmi kppip.go.id, PT IPIP dan Pemerintah Indonesia akan membangun proyek tersebut di lokasi yang statusnya merupakan Kawasan Hutan.

Selain hutan, lokasi proyek juga ditempatkan di tanah yang statusnya merupakan aset negara dan daerah setempat.

Baca Juga: Wow, Bisa Punya Rumah DP 0 Persen! BSI Hadirkan Layanan Griya Special ASN Khusus untuk Pegawai Pemerintah, Syaratnya…

Diketahui, kawasan hutan di Sulawesi Tenggara yang akan digunakan untuk mendirikan proyek adalah seluas kurang lebih 11.808 hektare.

Berhubung lokasinya merupakan Kawasan Hutan, tentu saja pemerintah bersama PT IPIP akan melakukan pengadaan lahan proyek.

Selain adanya tindak lanjut pengadaan lahan, Megaproyek Kawasan Industri IPIP juga memerlukan percepatan penerbitan KKPRL terhadap lokasi yang masuk ke dalam area laut.

Baca Juga: Pantes Belanja Modal Adaro Rp30,99 T, Megaproyek Smelter Aluminium di Bulungan Kalimantan Utara Bakal Punya Kapasitas Jumbo hingga…

Lalu bagaimana terkait masalah kemanan Kawasan Industri IPIP atau proyek pabrik baterai di Sulawesi Tenggara tersebut?

Untuk mengatasi hal tersebut, PT IPIP kabarnya akan segera menyelesaikan laporan akhir Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) dalam waktu dekat.

Demikianlah informasi terkait megaproyek Kawasan Industri IPIP di Sulawesi Tenggara yang nilainya investasinya mencapai Rp1.561 triliun.***

Rekomendasi