Investasi Rp566 Miliar, Smelter Titanium Pertama di RI Dibangun di Bangka, Produksi Bahan Pembuat Pesawat Luar Angkasa?

InNalar.com – Terdapat Smelter atau pabrik pengolahan hasil mineral dan jadi yang pertama di republik Indonesia (RI).

Pasalnya, ini merupakan pertama kalinya ada pabrik pengolahan Titanium di Indonesia.

Tepatnya, pabrik pengolahan atau hilirisasi mineral itu berada di Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung.

Baca Juga: Butuh Dana Rp34,19 Triliun! Jalan Tol Penghemat Waktu ke Jambi Ini Dapat Pinjaman dari Bank Tiongkok, Rampung 2025?

Tentu hal ini bisa jadi hal yang cukup membanggakan bagi warga Indonesia.

Bagaimana tidak, adanya pabrik pengolahan ini saja bisa muncul dari inisiasi anak muda sehingga dapat dimiliki oleh PT. Bersahaja Berkat Sahabat Jaya.

Ditambah lagi pemimpin dari pabrik ini saja dikepalai oleh putra daerah, jadi pantaslah untuk dibanggakan masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Bunga 1 Persen per Bulan, Segini Penghasilan Minimal Guna Ajukan Pinjaman BCA Personal Loan

Selain jadi yang pertama, dibangunnya smelter Titanium ini juga investasinya bersumber dari penanaman modal dalam negeri (PMDN).

Bahkan sudah ada rencana jika akan ada turunan lain untuk melakukan pengembangan pada hilirisasi hasil mineral disini.

Dilansir InNalar.com dari Kemenperin, investasi yang dibutuhkan dalam membangun pabrik pengolahan tersebut adalah sebesar Rp 1,3 triliun.

Baca Juga: Kuras Dana Rp2,1 Triliun, Megaproyek SPAM di Majalengka Jawa Barat Ini Diramalkan Mampu Makmurkan 5 Daerah Sekaligus, Kini Masuki Tahap…

Pada Desember ini, progres pembangunannya diketahui telah mencapai 75%.

Nantinya setelah dapat beroperasi, pabrik pengolahan mineral ini memiliki kapasitas produksi 100 metrik ton per hari yang mengubah ilmenite jadi produk titanium slag.

Bagi yang tak mengetahui fungsi dari olahan Titanium, bahan mineral ini dapat dijadikan di bahan pesawat terbang, pesawat luar angkasa, peralatan militer, hingga industri di alat-alat kesehatan.

Baca Juga: Kucurkan Rp46,2 Miliar, Kementerian PUPR Renovasi Pasar Sila di NTB, Presiden Jokowi Sebut Bakal Jadi yang Termegah di Pulau Sumbawa

Namun yang terpenting dari adanya smelter Titanium pertama di Indonesia ini adalah semakin terbukanya lapangan kerja di sektor hilirisasi.

Apalagi hal ini juga membuat semakin berkurangnya kebutuhan Indonesia dalam impor mineral yang sudah diolah.

Bahkan smelter pertama yang berada di kabupaten Bangka ini nantinya juga dapat memnuhi kebutuhan titanium secara global. ***

Rekomendasi