

inNalar.com – Barangkali sudah merasa pendapatan masuk secara rutin, tetapi kok rasanya banyak bocor di akhir bulan, bisa jadi cara mengatur keuangan yang diterapkan belum klik dengan rutinitas harian.
Terlebih lagi bagi yang belum rutin mengatur keuangan, maka kamu harus banget tengok tips berikut ini agar fulus yang dipegang tidak habis sebelum hari gajian berikutnya.
Pasalnya meski ada kabar kenaikan Upah Minimum Pekerja (UMP) di tahun 2024 sebesar 15 persen, kalau tidak pandai memperhatikan arus keluarnya maka ujung-ujungnya bisa bocor sebelum waktunya.
Nah, berikut ini ada sepuluh rekomendasi tips untuk atur cuan masuk tiap bulannya agar akhir bulan kamu tetap aman terkendali tanpa harus tambal pengeluaran harian dengan hutang.
1. Pahami pemasukan keuangan
Coba kumpulkan seluruh pemasukan yang ada, terlebih bagi yang memiliki pendapatan lebih dari satu pintu.
Baca Juga: Mau Nikah Tahun Depan? Ini 6 Tips Menyiapkan Biaya Pernikahan Supaya Gak Boncos setelah Menikah
Kamu bisa menggali kembali bagaimana profit investasimu bulan ini atau mungkin ada pemasukan yang sumber dananya berasal dari usaha sampingan.
Bisa jadi selain bekerja di kantor dengan gaji tetap, barangkali ada pendapatan yang berasal dari luar penghasilan utama seperti dari bisnis online shop.
2. Coba buat daftar prioritas
Sebenarnya memberikan reward kepada diri sendiri juga penting, tetapi usahakan urutkan kebutuhan yang sifatnya primer terlebih dahulu.
Caranya mudah, terapkan sistem papan, pangan, dan sandang. Adapun untuk kategori papan berarti sisihkan uang untuk biaya bayar kontrakan atau cicilan rumah.
Biasanya untuk kebutuhan papan bakal dibutuhkan pengeluarannya sebulan sekali. Ada catatan khusus, bagi kamu yang punya cicilan biaya kontrakan atau rumah 3 bulanan atau 6 bulanan pastikan tetap sisihkan setiap bulannya.
Baca Juga: ALHAMDULILLAH! Harta Karun Emas 2 Miliar Ton Ditemukan di NTB, Setelah Diekstrak Ternyata Jumlahnya…
Kemudian untuk kategori pangan, coba tentukan budget harianmu untuk biaya makan sehari – hari.
Setelah itu, untuk kategori sandang atau berkaitan dengan pakaian. Meski kamu tidak setiap hari akan membutuhkan pakaian.
Bisa jadi ada momen ketika salah satu baju dalam lemarimu sudah waktunya keluar dari lemari dan perlu diganti dengan catatan sesuai budget pemasukannya.
Setelah kebutuhan primer terpenuhi, coba cek lagi adakan kebutuhan pokok yang rutin dikeluarkan? Misalnya seperti biaya bensin, biaya listrik, dan biaya modal wi-fi.
3. Bagi pendapatanmu sesuai porsinya
Kamu bisa ikuti metode 40 : 10 : 10 : 30 : 10. Sebagai contoh, 40% bisa dialokasikan untuk pengeluaran harian, seperti biaya makan, biaya pemeliharaan rumah, biaya kontrakan atau cicilan rumah.
Adapun porsi 10% bisa dialokasikan untuk bayar hutang atau kalau tidak punya pinjaman bisa alokasikan dana darurat, dan 10% lainnya untuk biaya asuransi.
Setelahnya, 30% bisa disiapkan untuk dana investasi, dan 10% barangkali bisa dialokasikan untuk sedekah atau berbagi dengan yang kurang mampu.
Perlu dicatat bahwa porsi ini cukup fleksibel, jadi dengan kondisi setiap orang yang berbeda-beda dan kebutuhan yang cukup dinamis setiap harinya maka persenan di atas bisa diatur berdasarkan skala prioritas.
Baca Juga: Mudah! Berikut Cara Ajukan KUR BRI secara Online, Pinjamannya Bisa sampai Rp500 Juta?
4. Buat komitmen untuk menyisihkan dana darurat
Poin yang satu ini nampak sepele, tetapi cukup fatal. Pasalnya tidak jarang banyak dari kita yang kaget ketika tiba-tiba ada bencana mendadak seperti halnya kecelakaan, barang elektronik yang rusak, dan hal mendadak lainnya.
Nah, di sinilah dana darurat dibutuhkan dan perlu mulai menyisihkan setiap bulannya dan usahakan porsi dana darurat tidak tersentuh agar tetap utuh hingga akhir tahun.
Keluarkan dana darurat hanya saat genting saja, selebihnya bisa menggunakan alokasi porsi keuangan yang sudah ditentukan sebelumnya.
5. Tulislah anggaran per bulan
Akhir bulan atau menjelang hari gajian, usahakan mulai melihat kebutuhan kita ke depannya selama sebulan.
Dalam menulis anggaran kamu bisa mulai membuat tabel khusus dengan membaginya berdasarkan kategori harian, mingguan, dan bulanan.
Zaman kian modern, sekarang telah banyak aplikasi di handphone atau website yang menyediakan tabel template bagi kamu yang ingin mengatur keuangan.
6. Cari aplikasi atau website khusus yang menyediakan template tabel pengeluaran
Tahap ini sebenarnya sudah bisa diakses dengan mudah. Bahkan banyak aplikasi di Play Store yang bisa memudahkanmu agar tidak perlu lagi secara manual menulisnya di kertas.
Jika ada layanan notifikasi dalam aplikasi tersebut guna mengingatkan jadwal pengeluaran, bisa banget dimanfaatkan buat kamu yang suka lupa bayar kontrakan atau cicilan lewat dari batas waktunya.
7. Disiplin dan Konsisten
Baca Juga: Penting Untuk Diterapkan! Ini 5 Tips Menentukan Prioritas Keuangan, Pentingkah Berinvestasi?
Sebenarnya yang paling utama adalah sikap disiplin dan konsisten agar ketika kamu mengatur keuangan tidak hanya berhenti dalam kurun waktu satu bulan saja.
Kedua sikap ini juga bakal jadi batasan bagimu untuk tetap mengeluarkan uang sesuai dengan koridornya.
Maksudnya adalah jika budget harian untuk makan dalam sehari ditarget Rp50.000 maka diusahakan setiap harinya tidak melebihi batas.
Baca Juga: Cair Rp10 Juta, Berikut Cara Pengajuan Pinjaman Uang via Livin’ Mandiri: Hanya Butuh 1 Syarat Ini
Terutama bagi yang sedang menjalani program diet, pengeluaran cheating day jangan sampai membabi buta di luar budget ya.
8. Pisahkan dana darurat di tempat penyimpanan yang berbeda
Pastikan ada dompet lainnya yang tidak akan tersentuh godaan mengambil dana darurat sewaktu-waktu.
Kamu bisa buka rekening baru atau memiliki e-wallet lain yang bisa difungsikan untuk tempat mengendapnya dana.
9. Jika sudah memiliki pasangan, pastikan lakukan hal ini
Bagi kamu yang sudah memiliki pasangan, tentu tanggung jawab dan kebutuhan akan terus bertambah.
Namun ada hal yang perlu dilakukan oleh kamu yang telah memiliki pasangan. Pastikan selalu terbuka dan luangkan sesi komunikasi atau diskusi khusus membahas terkait pengelolaan keuangan.
10. Evaluasi pengeluaran setiap menjelang hari gaji
Poin terakhir ini akan menjadi pertimbangan porsi pengeluaran di bulan berikutnya.
Pastinya kondisi harian, mingguan, dan bulanan akan selalu berubah setiap waktu. Bisa jadi bulan ini ada hal yang perlu dibeli sedangkan di bulan berikutnya tidak.
Jadi dengan kamu melakukan evaluasi setiap bulannya, strategi finansialmu harapannya bakal semakin jitu buat kamu siapkan dana tabungan di hari tua.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi