Dananya Capai Rp1,4 Triliun, Bendungan Raksasa di NTT Ini Diramalkan Bisa Melipatgandakan Produksi Beras, Progresnya…

inNalar.com – Beberapa tahun belakangan Kementerian PUPR tengah berambisi menyelesaikan beberapa infrastruktur di tahun 2024 mendatang dan salah satunya adalah bendungan.

Salah satunya bendungan di NTT yang rencananya rampung pada tahun 2024 mendatang.

Bendungan di NTT ini nantinya dikenal oleh masyarakat dengan nama Bendungan Mbay.

Baca Juga: Rampung 2024, Proyek Bendungan Senilai Rp23 Triliun di Semarang Ini Diramalkan Bikin Petani Makin Produktif, Panen Berapa Kali?

Lokasi Bendungan Mbay berada di Rendu Butowe, Kec. Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.

Pembangunan Bendungan Mbay sendiri telah dimulai sejak tahun 2021 silam melalui 2 paket pekerjaan.

Paket I dikerjakan oleh PT Waskita Karya-Bumi Indah, sedangkan paket II dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya.

Baca Juga: Catat! Inilah 10 Cara Jitu Mengatur Keuangan Setiap Bulan Biar Gaji Tak Bocor sebelum Waktunya

Bendungan ini memiliki luas genangan mencapai 499,55 hektar yang bersumber dari Sungai Aesesa.

Meimiliki luas genangan sebesar itu, infrastrukur raksasa ini mampu menampung sekitar 51,74 juta m2 air.

Maka dari itu, Bendungan Mbay diproyeksikan untuk pengembangan dan peningkatan Daerah Irigasi hingga 6.100 hektar.

Baca Juga: Mau Nikah Tahun Depan? Ini 6 Tips Menyiapkan Biaya Pernikahan Supaya Gak Boncos setelah Menikah

Diharapkan dengan adanya peningkatan dan pengembangan daerah irigasi nantinya produksi beras di Kabupaten Nagekeo akan meningkat 2,5 lipat.

Hal tersebut tentunya berpotensi mendorong produksi beras di Kabupaten Nagekeo dan daerah sekitarnya.

Biaya yang digelontorkan untuk membangun bendungan ini tidaklah main-main karena mencapai angka triliun.

Baca Juga: Guyur Investasi Rp4 Triliun, Ruas Tol Bangkinang-Pangkalan di Pekanbaru Rampung Bulan Ini, Seberapa Efektif Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi?

Tepatnya, ongkos yang dibutuhkan untuk merealsiasikan bendungan ini membutuhkan biaya mencapai Rp1,4 triliun.

Hingga Desember ini, progres pembangunan telah mencapai 27 persen dan ditargetkan rampung akhir tahun 2024 mendatang.***

Rekomendasi