

inNalar.com – Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kali Dendeng telah selesai dilakukan untuk melayani kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Proyek SPAM Kali Dendeng, NTT ini diharapkan mampu menyuplai 15 ribu sambungan rumah tangga.
Sampai saat ini sendiri masih terpakai sekitar 3 ribu sambungan rumah tangga. Hal ini berarti masih ada sisa yang sangat besar.
Melansir dari laman PUPR, pembangunan proyek tersebut ditujukan untuk meningkatkan akses sekaligus layanan air minum aman bagi masyarakat sekitar.
Tidak lain yaitu melalui peningkatan jaringan perpipaan.
Presiden Jokowi sendiri juga telah meresmikan SPAM Kali Dendeng NTT pada 6 Desember 2023 lalu.
Baca Juga: Harga Emas Tembus Rekor! Menabung Sejak 10 Tahun Lalu Untung 113,14 Persen
Ia mengungkapkan bahwa pembangunan ini diharapkan bisa menjawab masalah air yang masih menjadi masalah bagi warga Kota Kupang.
Nantinya air yang dihasilkan tersebut dapat dipakai untuk kebutuhan rumah tangga serta irigasi pertanian.
Presiden juga berpesan untuk terus melanjutkan pengembangan penyediaan air minum ini agar nantinya potensinya dapat bermanfaat dengan baik.
Baca Juga: Ikuti UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023, Vinto Craft Raih Kontrak Ekspor 3.000 Unit Produk Ke Qatar
SPAM Kali Dendeng sendiri dibangun Kementerian PUPR lewat Bali Prasarana Permukiman Wilayah atau BPPW, NTT.
Yakni Ditjen Cipta Karya dengan kontraktornya PT Nindya Karya.
Proses pembangunannya juga telah dilangsungkan sejak tahun 2020 lalu.
Adapun alokasi dana yang dihabiskan dipakai untuk membangun intake, bak prasedimentasi, hingga IPA atau Instalasi Pengolahan Air Minum.
Digunakan pula untuk membangun reservior dengan kapasitas 1.000 m3 di Alak Baru, reservior 100 m3, serta jaringan perpipaan baik utuk transmisi maupun distribusi.
SPAM Kali Dendeng ini sendiri mampu menghasilkan kapasitas hingga 150 liter per detik.
Baca Juga: Jangan Gegabah! Ini 3 Ciri Orang yang Belum Saatnya Beli Rumah, Salah Satunya Punya Sifat FOPO?
Kehadirannya disebut dapat menambah cakupan layanan air minum perpipaan di 3 kecamatan sekaligus.
Yakni Kecamatan Kota Lama sebanyak 2,1 persen, Kecamatan Alak 17,8 persen, dan Kecamatan Kota Raja 8,5 persen.
Proyek ini juga telah dilengkapi dengan sistem modern yakni kontrol melalui SCADA.
Sistem modern bernama SCADA atau Supervisory Control and Data Acquisition ini dapat mendeteksi dan memvisualisasikan gangguan/kerusakan.
Dengan begitu, petugas dapat segera mengetahui kerusakan tersebut sehingga perbaikan bisa dilakukan lebih cepat.
Kemudian dapat menghasilkan air bersih dan berkualitas sehingga bermanfaat bagi kesejahteraan warga Kupang.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi