Anggarannya Rp481 Miliar, Stasiun Pompa Ancol Sentiong Jakarta Utara Diramal Jadi Solusi Banjir DKI Jakarta


inNalar.com –
Pembangunan Stasiun Pompa Ancol Sentiong di Jakarta Utara telah diresmikan oleh Presiden Jokowi pada 11 Desember 2023 lalu.

Stasiun Pompa Ancol Setiong (SPAS) telah selesai pembangunannya dengan biaya Rp481 miliar.

Kehadiran stasiun pompa air ini sendiri diharapkan dapat mengurangi banjir hingga lebih dari 62 persen.

Baca Juga: Telan Rp173 Miliar, SPAM Kali Dendeng Kini Jadi Solusi Kekurangan Air di Kupang NTT, Usung Teknologi Modern Besutan Jok

Pembangunannya juga tercatat sebagai pompa air terbesar yang ada di Indonesia.

Total anggaran yang dihabiskan pun terbilang sangat besar dan disebut efektif untuk menangkal banjir di 7 Kecamatan DKI Jakarta.

Turut hadir pula Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang mendampingi Presiden Jokowi dalam peresmian Stasiun Pompa Ancol Setiong ini.

Baca Juga: Investasinya Rp6.000 Triliun, Negara Ini Bakal Bangun Kota Modern Idaman Umat Manusia Sepanjang Masa: Indonesia?

Tepatnya di Jl. R.E Martadinata, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Sebelumnya, telah dibangun juga Bendungan Sukamahi dan Bendungan Ciawi di bagian hulu yang juga digunakan untuk meredakan banjir.

Pemerintah juga telah membangun Sodetan Ciliwung di bagian tengahnya untuk mengalirkan sebagian debit banjir dari Sungai Ciliwung ke Kanal Banjir Timur.

Baca Juga: Harga Emas Tembus Rekor! Menabung Sejak 10 Tahun Lalu Untung 113,14 Persen

Kemudian akan dilanjutkan lewat normalisasi Sungai Ciliwung serta pembangunan tanggil pada pantai di Jakarta Utara.

Dengan dibangunnya Stasiun Pompa Ancol Setiong diharapkan dapat meredakan banjir di Kecamatan Pademangan, Tanjung Priok, Cempaka Putih, hingga Johar Baru.

Selain itu, Stasiun Pompa Ancol Setiong juga mampu mereduksi banjir di Kecamatan Senen, Matraman, dan Kemayoran.

Baca Juga: Harga Emas Tembus Rekor! Menabung Sejak 10 Tahun Lalu Untung 113,14 Persen

Melansir dari laman PUPR, Menteri Basuki mengungkapkan bahwa wilayah Jakarta Utara mempunyai ketinggian tanah cukup rendah dan landai.

Tidak heran jika area tersebut rentan terendam banjir.

Pengendalian banjir melalui stasiun pompa ini sendiri dilakukan dengan memompa air Kali Sentiong saat elevasinya tinggi.

Baca Juga: Ikuti UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023, Vinto Craft Raih Kontrak Ekspor 3.000 Unit Produk Ke Qatar

Kemudian mengalirkan kembali air yang telah dipompa ke Teluk Jakarta.

Kehadirannya juga dinilai efektif untuk memompa banjir dengan kapasitas 10 m3 per detik sebanyak 5 pompa air tipe submersible.

Tidak hanya mampu meredakan banjir, pembangunan ini juga berfungsi menggelontor kali yang tercemar di Kali Sentiong.

Baca Juga: Investasikan Dana Rp4,5 Triliun, Jalan Tol Bali-Mandara Uji Coba Teknologi MLFF, Bisa Bayar Tanpa Hentikan Kendaraan?

Nantinya pompa akan diaktifkan untuk menarik air di sepanjang kalinya.

Termasuk diantaranya Kali Utan Kayu dan Kali Item.

Dengan begitu, air limbah yang telah kotor akan dialirkan ke laut agar sungai lebih bersih.***

 

Rekomendasi