

inNalar.com – Bendungan Mbay di NTT telah dibangun sejak tahun 2021 lalu dengan harapan mampu melipatgandakan produksi beras di wilayah Nagekeo dan sekitarnya.
Bendungan Mbay yang juga menjadi area irigasi ini sendiri dibangun oleh pemerintah sebagai salah satu strategi besar untuk meningkatkan ketahanan pangan.
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengungkapkan bahwa kehadiran bendungan tersebut sangat bermanfaat bagi petani.
Ia mengungkapkan bahwa air dari area bendungan nantinya pasti akan mengalir ke sawah-sawah.
Basuki menambahkan bahwa ketersediaan air saat ini telah menjadi kunci pembangunan di NTT.
Terutama bagi daerah yang memiliki curah hujan lebih rendah.
Ia menjelaskan bahwa progres pembangunan Bendungan Mbay sendiri memang masih mencapai konstruksi 27 persen. Tepatnya per 5 Desember 2023 lalu.
Adapun kontrak pembangunannya sendiri telah dimulai sejak tahun 2021 lalu.
Walaupun progres pembangunannya belum banyak, proyek ini ditargetkan akan rampung di akhir tahun 2024 nanti.
Adapun nilai kontraknya senilai Rp1,47 triliun dengan dua paket pekerjaan.
Melansir dari laman resmi Kementerian PUPR, Bendungan Mbay nantinya akan memiliki luas genangan hingga 499,55 hektare.
Adapun sumber air Bendungan Mbay diperoleh dari Sungai Aesesa dengan kapasitas tampung senilai 51,74 juta m3.
Lokasinya bendungannya ada di Desa Rendubutowe, Kec. Aesesa Selatan, Kab Nagekeo, NTT.
Proyek ini sendiri ditujukan untuk pengembangan dan peningkatan Daerah Irigasi atau DI Mbay Kanan dan Mbay Kiri sampai 6.100 hektare.
Manfaat lainnya dari pembangunan ini adalah memasok kebutuhan air baku di kawasan Nagekeo sebesar 205 liter per detik.
Baca Juga: Harga Emas Tembus Rekor! Menabung Sejak 10 Tahun Lalu Untung 113,14 Persen
Kehadirannya juga diharapkan mampu mengurangi debit banjir dari Sungai Aesesa hingga 283 meter3 per detik.
Proses pembangunannya saat ini juga telah menambah jumlah tampungan air di bendungan.
Sejak tahun 2015 sendiri, NTT telah memiliki 3 bendungan yang sudah diresmikan Presiden Jokowi.
Baca Juga: Ikuti UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023, Vinto Craft Raih Kontrak Ekspor 3.000 Unit Produk Ke Qatar
Diantaranya yaitu Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu, Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang, serta Bendungan Napun Gete di Kab. Sikka.
Saat ini sendiri juga masih dilakukan pembangunan bendungan lainnya.
Seperti Bendungan Ternef di Kabupaten Timor Timur Selatan hingga Bendungan Manikin di Kab. Kupang.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi