

inNalar.com – Pabrik gula merupakan salah satu industri yang sangat penting di negeri ini karena menghasilkan salah satu komoditas yang dibutuhkan oleh msyarakat Indonesia, yakni gula.
Salah satu merek produk gula yang terkenal di kalangan masyarakat adalah Gulaku yang diproduksi oleh sebuah pabrik gula asal Lampung.
Tempat pembuatan komoditas dengan rasa manis ini berdiri pertama kali pada tahun 1975. Pendirinya adalah seorang pebisnis yang memiliki lahan tebu seluas 61 ribu hektare.
Baca Juga: PSN Besutan Jokowi, Proyek Pelabuhan Patimban Senilai Rp43,2 Triliun Masih Butuh Utangan Pihak Asing
Adapun nama dari pendiri pabrik komoditas ini adalah Liem Sioe Liong atau yang juga dikenal sebagai Om Liem.
Sedangkan nama dari perusahaan komoditas ini adalah PT Sugar Group Companies (SGC) dan merupakan bagian dari Salim Group.
Dengan kebun tebu seluas 61 hektare, perusahaan pembuat komoditas perasa manis ini mampu memproduksi sampai 450 ribu ton setiap tahun.
Baca Juga: Telan Rp1,47 Triliun, Bendungan Mbay NTT Diklaim Bakal Lipatgandakan Produksi Beras Petani
Tidak hanya itu, pada tahun 1997, produksi dari pabrik gula ini setara dengan 30% kebutuhan gula nasional.
Jumlah produksi di atas dapat dicapai SGC bersama dengan tigas anak perusahaannya yang bekerja dalam industri yang sama, yakni PT Gula Putih Mataram, PT Indolampung Perkasa, dan PT Sweet Indolampung.
Hal ini membuat Salim Group berada di atas awan dan berusaha untuk memperluas jaringan industri mereka.
Pada tahun yang sama, perusahaan ini bahkan berencana untuk membangun pabrik di Timor Tengah Selatan, NTT. Akan tetapi, rencana ini harus gagal dan tidak dapat dilanjutkan.
Tepat satu tahun setelahnya, yakni pada 1998, Salim Group tidak lagi dapat menikmati manisnya bisnis komoditas perasa manis ini.
Satu tahun kemudian, pabrik gula di Provinsi Lampung lepas dari Salim Group dan masuk ke Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).
Dua tahun setelahnya, yakni pada tahun 2001, pabrik gula di Lampung ini dibeli oleh PT Garuda Panca Arta senilai Rp1,16 triliun.
Baru satu tahun setelah pembeliannya, PT Garuda Panca Arta, pemilik baru SGC, mengeluarkan sebuah merek gula terkenal yang sudah dikenal banyak kalangan masyarakat, yakni Gulaku.
Merek produk ini didirikan pertama kali pada tahun 2002 dan menjadi komoditas gula bermerek pertama di Indonesia.
Dilansir dari dpmptsp.lampungprov.go.id, saat ini, Sugar Group Companies memiliki kebun seluas 62.000 yang berada di beberapa kabupaten di Provinsi Lampung, yakni Lampung Tengah dan Tulang Bawang.
Perusahaan milik PT Garuda Panca Arta ini juga memiliki empat buah pabrik yang tiga diantaranya beroperasi untuk memproduksi gula dan satu lainnya memproduksi etanol.
Keempat anak perusahaan tersebut adalah PT Gula Putih Mataram (GMP), PT Sweet Indolampung (SIL), PT Indolampung Perkasa (ILP), dan PT Indolampung Distillery (ILD).***