Telan Anggaran Rp180,9 Miliar, Flyover di Jawa Tengah Ini Bakal Jadi Pintu Gerbang Kota Semarang

inNalar.com – Pembangunan jalan layang atau flyover hingga saat ini masih terus digalakkan di beberapa wilayah di Indonesia, salah satunya adalah Kota Semarang, Jawa Tengah.

Pembangunan flyover di Kota Semarang, Jawa Tengah ini sedang dalam tahap pengerjaan sejak 2 Mei 2023 lalu.

Proyek jalan layang yang diperkirakan akan selesai pada tahun 2024 ini dibangun karena lalu lintas di daerah tempat pembangunan ini terhitung padat.

Baca Juga: 7 Tahun Dinanti Petani Luwu Utara, Jaringan Irigasi Senilai Rp1,3 Triliun Ini Akhirnya Siap Aliri 3000 Ha Sawah

Jalan layang yang masih dalam proses pembangunan ini berada di Jalan Arteri Yos Sudarso dan memiliki panjang 221,4 meter dan lebar 12 meter.

Pengerjaan proyek ini diperkirakan memakan waktu 12 bulan dan akan selesai pada April 2024.

Adapun biaya yang keluarkan untuk membangun jalan layang ini adalah sebesar Rp180.905.992.000 atau Rp180,9 miliar.

Baca Juga: Telan Dana Rp180 Miliar, Proyek Flyover di Semarang Ini Membentang Sepanjang 221,4 Meter, Kapan Rampung?

Selain untuk memperlancar arus lalu lintas, proyek ini ternyata juga memiliki fungsi lain yang tidak kalah penting.

Dilansir inNalar.com dari laman web Kementerian PUPR, flyover di Jalan Arteri Yos Sudarso, Kota Semarang ini nantinya juga akan menjadi akses menuju Bandara Ahmad Yani dan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Dengan menjadi jalur konektivitas menuju dan dari bandara maupun pelabuhan, dapat dikatakan bahwa jalan layang ini menjadi pintu gerbang Kota Lumpia.

Baca Juga: Telan Dana Rp180 Miliar, Proyek Flyover di Semarang Ini Membentang Sepanjang 221,4 Meter, Kapan Rampung?

Tidak hanya itu, jalan layang ini juga termasuk proyek strategis negara (PSN) yang memiliki fungsi untuk mendukung pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur-Yogyakarta-Prambanan.

Per 3 Desember 2023 lalu, progres dari proyek flyover yang bernama Madukoro ini sudah mencapai 80% dan masih dalam tahap pemasangan girder.

Sebagai informasi, girder atau gelagar jembatan merupakan balok yang memiliki fungsi sebagai penyalur beban pada konstruksi atas untuk dikirimkan ke struktur bawah agar bisa diredam dan menghindari persimpangan beban atau gaya.

Baca Juga: Proyek Rp1,35 Triliun Molor, Bendungan di Lombok Barat NTB Ini Target Awal Rampung 2023, Tapi Progres Baru Capai…

Girder umumnya terbuat dari beton atau baja dan berbentuk balok yang kemudian diletakkan di antara dua penyangga.

Pada konstruksi Flyover Madukoro, terdapat setidaknya 53 girder dimana 40 diantaranya memiliki panjang 40,8 meter dan 13 gelagar lainnya memiliki panjang 50,8 meter.

Terdapat hal menarik dari pembangunan jalan layang ini, yakni desainnya yang mengadopsi budaya kearifan lokal.

Baca Juga: Genggam Proyek SDA Mineral Sebanyak 1,71 Miliar Ton, Ternyata Utang Perusahaan Tambang di Jawa Timur Ini Makin Membengkak

Desain yang sarat akan kearifan lokal ini nantinya dapat dilihat dari bentuk gelombang yang memiliki kaitan dengan gelombang Laut Utara.

Selain itu, hal ini juga mengingatkan kembali jika Semarang sudah sejak lama dikenal sebagai kota pelabuhan dan perdagangan laut.

Karifan lokal ini tidak hanya dapat disaksikan dari bentuk gelombang saja, namun juga dari motif fauna khas, yakni Burung Kepodang, di railing jalan layang.

Baca Juga: Bakal Punya Tambang Tembaga Terbesar ke-3 di Indonesia, Ternyata Korporasi Ini Miliki Utang yang Nilainya Fantastis, Lebih dari 100 Triliun?

Tidak hanya itu, di sekitar infrastruktur ini nantinya juga akan dibangun taman kecil yang kemudian akan diletakkan Warak Ngendok yang menjadi ikon khas Kota Semarang.***

Rekomendasi