

inNalar.com – Sebuah proyek eksplorasi emas di Gorontalo yang tengah diupayakan emiten ternama bernama Merdeka Copper Gold ini rupanya digadang-gadang bakal jadi tambang emas primer terbesar di Indonesia.
Tentu di balik nilai raksasanya, terdapat pula pengorbanan nominal investasi dana besar yang dikeluarkan perusahaan tambang emas ini.
Apabila mengulik data laporan eksplorasi per September 2023, rupanya agenda eksplorasi yang dinamakan dengan Proyek Emas Pani ini telah membuat emiten ini rela gelontor Rp312,5 miliar.
Sedikit catatan mengenai detail dalam nominal tersebut, diketahui bahwa besaran tersebut tidak hanya diisi oleh proyek ini, melainkan juga ada agenda eksplorasi tembaga tujuh bukit di dalamnya.
Pembiayaan untuk eksplorasi proyek ini secara spesifik sendiri bakal menghabiskan dana hingga Rp80,5 miliar.
Ambisi utama Merdeka dalam proyek eksplorasi kali ini adalah menggali potensi sumber daya mineral sebanyak 6,6 juta ounces emas.
Dengan potensi komoditas berharga yang sangat besar ini, diproyeksikan Proyek Emas Pani akan menjadi tambang emas dengan biaya yang rendah dan berkelanjutan.
Melansir dari situs resmi perusahaan Merdeka Copper Gold, pihaknya diketahui telah menguasai 70 persen saham dalam proyek vital ini.
Setidaknya hingga September 2023 ini, investasi yang sudah coba dikeluarkan oleh perusahaan tambang ini pun besarannya telah menembus lebih dari 100 juta USD.
Adapun mengenai progres proyek ini sendiri diketahui telah menyelesaikan studi kelayakan bagaimana cara mengoptikalkan alokasi dana modal proyeknya.
Itu berarti tahapan pembangunan fasilitas dasar penunjangnya seperti pembuatan jalan akses mandiri, pembangunan fasilitas pemeliharaan untuk kendaraan yang akan berlalu lalang di sekitar proyek.
Selain itu juga tidak kalah pentingnya adalah pembangunan kamp bagi karyawannya dan fasilitas gudang inti geologi juga telah selesai dibangun.
Namun di balik keperkasaan proyek bernilai fantastis ini, rupanya Merdeka Copper Gold tengah mencatatkan kerugian dalam penghasilan komprehensif sebesar Rp33,8 Miliar.
Sejalan dengan kondisi tersebut, terjadi pula penyusutan laba usaha selama setahun terakhir di tahun 2023.
Jika tadinya di tahun 2022 capaian laba bisa mencapai 108 juta USD, tetapi berdasarkan laporan keuangan kuartal III 2023 malah ambles hingga nominal 80 juta USD.
Penurunan laba yang cukup drastis ini seiring pula dengan menyusutnya pendapatan setahun terakhir, yakni pada tahun sebelumnya torehan pendapatan bisa mencapai 144 juta USD.
Namun setelah setahun berlalu, per 30 September 2023 pendapatan Merdeka hanya mampu capai 118 juta USD.
Meski di tengah tekanan keuangan tersebut, menurut update dari situs resminya, perusahaan tambang emas di Gorontalo ini diketahui telah merampungkan pengeboran di sepanjang 60.923 meter.
Adapun hingga akhir 2023 tahun kelak, dari perseroan akan mengebor 14.000 meter lagi untuk menuntaskannya.
Mengenai target kapan mulai realisasi produksi emasnya ditargetkan mulai di tahun 2025.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi