Sanggup Keluarkan Rp8 Triliun untuk Akuisisi Saham Blok Migas di Oman, Konglomerat Migas Indonesia Ini Ternyata Punya Utang Bank Rp4,2 T

inNalar.com – Konglomerat minyak dan gas Indonesia, yakni PT Medco Energi Internasional Tbk dengan kode MEDC, baru saja mengakuisisi 20% saham 2 blok migas di Oman.

Proses akuisisi ini sudah mendapat persetujuan dari Kesultanan Oman dan membuat Medco Energi berhasil memiliki 20% kepemilikan di dua exploration and production sharing agreements (EPSA) dari perusahaan OQ Exploration & Production LLC (OQEP).

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa perusahaan yang bergerak di bidang minyak dan gas ini sudah berdiri sejak tahun 1980 dengan pendirinya bernama Arifin Panigoro.

Baca Juga: Genjot Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Banten Punya Pabrik Baru Seluas 121 Ha yang Siap Serap Ribuan Tenaga Kerja, Lokasinya…

Pada saat awal pendiriannya, perusahaan ini bergerak di jasa pengeboran minyak dan gas.

Sedangkan, untuk eksplorasi dan produksi baru mulai dilakukan pada tahun 1992 setelah mengakuisisi Tesoro yang berbasis di Kalimantan Timur.

Sejak pengakuansisi tersebut, perusahaan milik keluarga Panigoro ini terus berkembang hingga dikenal menjadi konglomerat minyak dan gas.

Baca Juga: 22 Tahun Dibangun, Akhirnya Mega Proyek Bendungan Mbay Rp1,7 Triliun Mulai Dikerjakan, Tapi Progresnya…

Pengakuisisian terhadap stock 2 blok minyak dan gas di Oman juga termasuk langkah yang diambil oleh perusahaan ini untuk semakin berkembang.

Harga dari langkah perusahaan milik keluarga Panigoro ini tentu tidaklah murah. Perseroan harus mengeluarkan uang sekitar US$557,77 juta atau setara dengan Rp8,36 triliun. (kurs US$1 = Rp15.000)

Lalu, apabila MEDC berani mengeluarkan uang begitu banyak, apakah perusahaan ini bebas dari hutang? Jawabannya tentu saja tidak.

Baca Juga: Sukses Raup Laba Rp3,3 Miliar, Rupanya Perusahaan Tambang Ini Gunakan Teknologi AI Buat Keruk Emas di Jawa Barat, Dibuat oleh Hacker?

Dilansir dari Indonesia Stock Exchange, konglomerat minyak dan gas ini juga memiliki pinjaman yang tidak sedikit.

Per September 2023, total pinjaman bank yang dimiliki oleh perusahaan milik keluarga Panigoro ini adalah sebesar US$283.019.959 atau setara dengan Rp4,24 triliun (kurs US$1 = Rp15.000).

Meski terlihat sangat besar, namun hutang bank yang dimiliki oleh PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) ini hanya sebesar 22,86% dari seluruh liabilitas jangka pendek yang perusahaan ini miliki.

Baca Juga: Rogoh Kocek Rp8,3 Triliun, Konglomerat Migas Indonesia Akuisisi 20 Persen Saham 2 Blok Migas di Oman

Adapun total dari seluruh liabilitas jangka pendek per September 2023 milik perusahaan ini adalah sebesar US$1.237.897.020 atau setara dengan Rp18,57 triliun.

Jika dibandingkan dengan liabilitas jangka pendek per Desember 2022 lalu, terjadi penurunan sebesar US$141.417.456 atau 10,25%.

Sebagai usaha untuk terus mengembangkan usaha, saat ini PT Medco Energi Internasional Tbk telah mengakuisisi 20% saham pada dua blok migas perusahaan OQEP.

Baca Juga: Raup Rp7 Miliar! Desa Kumuh Bekas Tambang Batu Kapur Kini Disulap Jadi Kampung Miliader, Penghasilan Per Bulannya…

Kedua blok minyak dan gas tersebut adalah Blok 60 dan Blok 48 yang ke depannya masih akan dioperasikan oleh OQEP sebagai operator.***

Rekomendasi