

inNalar.com – Upaya pemerintah untuk menjadikan Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai ‘Bali Baru’ tampak tidak patah arang.
Adanya kawasan estetik baru di tengah daerah Labuan Bajo seolah menyihir mata para wisatawan untuk merasakan sensasi pedestrian kota dengan standar premium.
Secara tidak terduga, calon daerah yang digadang sebagai ‘Bali Baru’ ini berhasil disulap Kementerian PUPR menjadi kota wisata berstandar internasional.
Sebagai gambaran, kawasan pedestrian baru di daerah tersebut dihiasi dengan lampu penerangan yang syahdu dipadu dengan area trotoar dengan bahan paving blok premium andesit.
Ditambah lagi dengan deretan kursi cantik yang sengaja diposisikan mengarah ke pemandangan sunset dan tempat sampah yang tertata rapi menjadi wajah baru di kawasan itu.
Tidak hanya itu saja, sepanjang jalan lanskap alam tidak terlepas dari deretan Pohon Sakura Flores dan Flamboyan.
Melansir dari situs Kementerian PUPR, Menteri Basuki Hadimuljono mengungkap bahwa perubahan tampilan Labuan Bajo ini merupakan bagian dari harapan Presiden RI Joko Widodo.
Jokowi berharap Indonesia memiliki beberapa daerah baru yang muncul sebagai citra ‘Bali Baru’ dengan mengoptimalkan potensi wisata daerahnya.
Adanya momentum Labuan Bajo sebagai tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G-20 dan ASEAN Summit 2023 bakal menjadi pemantik utama dalam upaya pemerintah mengubah wajah kota wisata ini.
Rupanya di balik keindahan dan perubahan drastis wajah dan citra daerah tersebut, terdapat biaya gelontoran dana pemerintah yang tidak sedikit.
Beautifikasi kawasan pedestrian tersebut rupanya merupakan bagian dari paket proyek preservasi jalan Labuan Bajo – Ruteng senilai Rp146 miliar, menurut data LPSE.
Adapun sumber pendanaan yang dianggarkan diketahui berasal dari APBN 2023 yang sengaja dialokasikan oleh Pemerintah Provinsi NTT untuk preservasi jalan dan jembatan.
Baca Juga: Naik 9,6 Persen! Provinsi NTT Dapat Guyuran Cuan dari APBN Sebanyak Rp37,98 Triliun di Tahun 2024
Melansir dari Kementerian PUPR, terdapat 9 paket pengerjaan proyek berdana fantastis ini, mulai dari agenda pemeliharaan rutin pada infrastuktur jalan sepanjang 61,81 kilometer.
Sementara pemeliharaan yang kondisinya rutin akan dipusatkan pada bagian infrastruktur di sepanjang 26,2 kilometer.
Lalu ada pula pemeliharaan preventif sepanjang 26,4 kilometer, rehabilitasi minor sepanjang 4,2 kilometer, pelebaran jalan menuju standarnya 12,32 kilometer.
Ditambah dengan penangan drainase dan trotoar di sepanjang jalan 1,57 kilometer.
Selain itu juga biaya jumbo ini juga dialokasikan untuk proyek rehabilitasi jembatan beserta pemeliharaan rutinnya dengan total panjang 695,5 kilometer.
Pembenahan tata kota di daerah ini rupanya diikuti pula dengan tren positif jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke daerah tersebut.
Baca Juga: Gugur Berjamaah, Bulutangkis Indonesia Makin Miskin Gelar di BWF World Tour Finals
Apabila melihat data statistik yang disajikan oleh Kemenparekraf, setidaknya kita dapat membandingkan jumlah turis asing dalam kurun April 2022 – 2023.
Jika dibangdingkan dengan Bulan April 2022, jumlah pengunjung luar negeri masih sebatas 230.076 tamu.
Namun per April 2023 ini peningkatan pesat mulai terlihat hingga angkanya menembus 865.810 turis mancanegara.
Diharapkan citra ‘Bali Baru’ semakin terwujud berkat gelontoran dana ratusan miliar yang dialokasikan pemerintah melalui APBN.
Tentunya upaya beautifikasi tatanan kota dan preservasi jalan dan jembatan bakal semakin membuat kota wisata di Nusa Tenggara Timur memiliki kota wisata premium berstandar internasional.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi