Dulu Sentuh Angka Rp10,25 Triliun, Kini Nilai Ekspor Provinsi Aceh Anjlok Sebanyak 14 Persen, Tinggal Sebesar…

inNalar.com – Badan Pusat Statistik atau BPS mencatatkan nilai ekspor Provinsi Aceh yang saat ini terpantau mengalami penurunan.

Nilai ekspor Aceh tersebut dicatat mulai periode Januari sampai November 2023.

Adapun pada periode yang sama tahun lalu bisa tembus hingga 660,6 juta dolar AS.

Baca Juga: Sumbang Pendapatan Rp1,9 Miliar ke Negara, Danau Kelimutu di NTT Suguhkan Pesona Keindahan Tiga Warna

Atau setara dengan Rp10,25 triliun jika dirupiahkan dengan kurs saat ini yaitu Rp15.528 per 1 dolar AS.

BPS mencatat bahwa penurunan nilai eskpor ini telah mencapai 14,19 persen.

Ada penurunan senilai 566,9 juta dolar AS atau setara dengan Rp8,8 triliun saja.

Baca Juga: Sambut Natal dan Tahun Baru! Kemenhub Tambah 2 Kapal Angkut di NTT, Lansia dan Pelajar Dapat Tiket Mudik Gratis, Berlaku Kapan?

Sampai dengan November 2023, nilai ekspor asal Aceh tersebut paling banyak dari komoditas non migas.

Dengan angka capaian sebesar 535,1 juta dolar AS. Kemudian menyusul di bawahnya terdapat komoditas migas senilai 31,8 juta dolar AS.

Melansir dari Antara, Wahyu Agung Sutikno selaku Statistis Ahli Madya BPS Aceh menjelaskan tentang kelompok yang mendominasi pada tahun 2023 ini.

Baca Juga: Habiskan Rp820 Miliar, Bendungan di Buleleng Bali Ini Punya Keistimewaan Tersendiri, Tak Hanya Bisa Reduksi Banjir Tapi Juga Jadi…

Beberapa yang mendominasi yaitu mulai dari batu bara, minyak nabati, rempah-rempah, dan kopi.

Adapun komoditas yang paling dominan di provinsi ini berupa bahan bakar minyak mineral, yakni senilai 350,8 juta dolar AS.

Diketahui, bahan bakar mineral adalah bahan bakar fosil seperti minyak bumi, gas, dan batu bara.

Baca Juga: Telan Rp5,8 Triliun, Bandara Terbesar di Sumatera Utara Ini Dibangun karena Terjadinya Kecelakaan Pesawat, Luasnya…

Dengan begitu, seluruh komoditas tersebut semuanya berasal dari sumber daya alam dengan kandungan hidrokarbon.

Kemudian disusul dengan kelompok rempah-rempah dan kopi sebesar 90,5 juta dolar AS.

Provinsi ini juga mengekspor minyak nabati senilai 43,8 juta dolar.

Baca Juga: Usung Tema ‘Kuat & Hebat’ di Usia 128 Tahun, Ini 10 Pencapaian Fantastis BRI!

Sedangkan komoditas lainnya berupa produk kimia 18,2 juta dolar AS serta ikan olahan 16,5 juta dolar AS.

Untuk periode tahun ini, negara tujuan ekspor Aceh tersebut meliputi India.

Negara ini menjadi tujuan paling tinggi dengan angka mencapai 364,8 juta dolar AS.

Baca Juga: 3 Tahun Rusak, Jembatan Penghubung Daerah Terisolir di Gunung Pati Semarang Akhirnya Diperbaiki Pemkot, Anggarannya Capai Rp11,5 Miliar

Disusul dengan Amerika Serikat 57,1 dolar AS, Thailand sebanyak 55,4 juta dolar AS serta yang terakhir ke Jepang senilai 19,6 juta dolar AS.

Sedangkan nilai ekspor di bulan November sendiri menyentuh angka 24,03 juta dolar AS.

Dengan begitu, dapat diketahui bahwa terdapat penurunan angka sebanyak 41,19 persen.

Baca Juga: Bakal Punya Tambang Tembaga Terbesar ke-3 di Indonesia, Ternyata Korporasi Ini Miliki Utang yang Nilainya Fantastis, Lebih dari 100 Triliun?

Terutama jika dibandingkan dengan bulan lalu yang bisa mencapai 41,88 juta dolar AS.***

Rekomendasi