Tewaskan Tiktokers! Smelter Nikel Rp40 Triliun di Sulawesi Tengah Pernah Meledak Dahsyat, Pabrik Milik China?


InNalar.com –
Salah satu wilayah di Indonesia yang kaya akan sumber daya alamnya adalah Sulawesi Tengah (Sulteng).

Kekayaan yang dimaksud adalah nikel, yang bahkan daerah Sulteng di Morowali Utara juga memiliki pabrik pengolahannya atau smelter.

Adapun pemiliknya adalah PT Gunbuster Nickel Industry (PT GNI) yang berasal dari China.

Baca Juga: Memasuki Usia 128 Tahun, BRI Catatkan Sederet Penghargaan dan Prestasi Penting

Sekedar informasi, PT GNI sendiri sebenarnya juga dimiliki oleh perusahaan baja yang adalah Jiangsu Delong Nickel Industry Co. Ltd.

Sementara itu berdasarkan sejarahnya, Jiangsu Delong Nickel Industry adalah perusahaan stainless steel dengan terbentuknya sejak Agustus 2010.

Memiliki 9.300 karyawan, Jiangsu Delong Nickel ini juga memiliki 2.470 pekerja di pabrik pengolahan mineral Indonesia yang termasuk di dalam jumlah tersebut.

Baca Juga: Hanguskan Rp1,4 Triliun, SPAM Semarang Barat Mampu Atasi Krisis Air Bersih Bagi 350.000 Penduduk, Kapan Rampung?

Sekedar informasi, provinsi di Indonesia yang memiliki smelter paling banyak adalah Sulawesi Tengah, jadi tentu kekayaan sumber daya alam di tempat tersebut memang dapat dibilang banyak.

Sedangkan untuk pabrik pengolahan di Morowali Utara ini memiliki kemampuan dalam memproduksi hingga 1,9 juta Nickel Pig Iron (NPI) per tahun.

Bahkan pada tahun 2022 lalu bangunan pengolah nikel milik PT GNI ini telah berhasil melakukan ekspor perdananya.

Baca Juga: Sedot Anggaran Rp1,3 Triliun, Megaproyek Bendungan Terbesar Ketiga di Indonesia Segera Diresmikan, Kapan?

Ekspor feronikel itu adalah sebanyak 13.650 ton yang dikirimkan ke China yang nilainya sekitar US$23 juta.

Dilansir InNalar.com dari Pemkab Marowali Utara, anggaran yang dihabiskan dalam membangun smelter di Sulawesi Tengah ini sendiri menghabiskan sekitar Rp 40 triliun.

Sayangnya, walau tahun 2021 sudah diresmikan oleh presiden Jokowi sendiri, ternyata justru ada kejadian di pabrik pengolahan tersebut hingga menimbulkan korban jiwa.

Baca Juga: Manuver Merdeka Usai Disuntik Rp9,2 Triliun, Guritakan Smelter Nikel di Konawe Sulawesi Tenggara Guna Bangun Industri Bahan Baku Baterai

Adapun kejadian tersebut terjadi pada tanggal 22 Desember 2022, karena tungku yang terdapat pada pabrik tersebut terbakar dan meledak.

Karena meledaknya tersebut, sampai membuat 2 karyawati di smelter tersebut sampai meninggal, dan salah satunya adalah tikTokers.

TikTokers tersebut adalah Nirwana Selle, bahkan saat itu juga dirinya tengah melakukan live TikTok.

Baca Juga: Getol Kuras Dana Rp312,5 Miliar Buat Proyek Eksplorasi Emas di Gorontalo, Ternyata Emiten Raksasa Ini Catatkan Kerugian Rp33,8 Miliar

Namun karena kejadian meledaknya tungku tersebut, mengharuskan TikTokers tersebut harus berpulang karena dirinya menjadi korban. ***

Rekomendasi