Ketiban Fulus Rp172 T, Eks Tukang Kebun Asal Maroko Ini Bakal Dapat Kekayaan dari Cucu Pendiri Hermes, Ternyata Ini Pemicunya

inNalar.com – Nicolas Puech, seorang cucu dari keturunan terakhir pendiri brand fashion Perancis, Hermes, secara tidak terduga membuat keputusan yang tidak pernah tepikirkan oleh siapa pun.

Pasalnya dikabarkan Nicolas Puech bakal mewariskan sebagian kekayaan miliknya yang mencapai 11,4 miliar USD kepada eks tukang kebun yang diketahui pernah mengabdi kepadanya.

Apabila dikonversi ke kurs rupiah, maka dapat diketahui nilai kekayaan sang konglomerat fashion ternama Perancis ini nominalnya sebesar Rp172 triliun.

Baca Juga: Habiskan Rp146 Miliar, Labuan Bajo NTT Miliki Pedestrian Premium Berstandar Internasional, Ternyata Begini Istimewanya!

Mantan tukang kebun Puech ini dikabarkan akan mendapatkan dividen senilai Rp673 miliar.

Bahkan pria beruntung asal Maroko ini telah diberikan kunci dari dua aset properti milik cucu generasi kelima Hermes.

Aset properti yang pertama lokasinya ada di Marrakesh, Maroko senilai 1,5 juta Euro atau setara Rp24 miliar.

Baca Juga: Targetkan 90 Tower Perumahan, Pembangunan IKN Gandeng Investor Asal China dan Malaysia, Mulai Groundbreaking 2024

Selain itu, properti berupa villa di Montreux, Swiss yang nilai asetnya mencapai 4 juta Euro atau setara Rp67,7 miliar.

Jika dihitung-hitung kembali total nilai asetnya, maka dapat diketahui bahwa dua kunci prestise yang dipegang sang eks tukang kebun ini mengandung nilai kekayaan sebesar Rp93 miliar.

Begitu berlimpahnya pemberian Puech kepada mantan pekerjanya membuat publik penasaran dengan apa alasan di balik keputusannya tersebut.

Baca Juga: Babat Dana Rp278,4 Miliar, Jembatan Kabel Lengkung di Kalimantan Selatan Ini Diramal Mampu Bertahan 100 Tahun, Benarkah?

Rupanya usai dikulik mengenai pemicu dari keputusan menggemparkan ang cucu keturunan kelima pendiri Hermes, dapat diketahui bahwa akar permasalahannya ternyata bermula dari perselisihan keluarga.

Lebih dalam dari itu, awal mula perselisihan Puech dengan keluarganya ternyata disebabkan karena permasalahan histori mengenai akuisisi saham Hermes oleh kompetitornya.

Kompetitornya yang dimaksud di sini adalah Perusahaan LVMH Moet Hennessy Louis Vuitton.

Baca Juga: Raih Cuan Rp3 Triliun, Perusahaan Kimia di Jakarta Barat Ini Dapat Dana Investasi Jumbo dari Thailand, Akuisisi Saham 30 Persen

Permasalahan akuisisi yang cukup menyita perhatian publik di tahun 2014 silam ini bermula ketika pihak Hermes mengajukan keluhan terhadap LVMH.

Menurut pihaknya, LVMH dinilai mengambil kepemilikan 22,6 persen saham melalui hak suara sebanyak 16 persen.

Merespon keluhan tersebut, LVMH pun balik mengajukan pengaduan atas dugaan pemerasan, fitnah, dan persaingan usaha yang tidak sehat.

Baca Juga: Naik 9,6 Persen! Provinsi NTT Dapat Guyuran Cuan dari APBN Sebanyak Rp37,98 Triliun di Tahun 2024

Namun pada tahun 2013, LVMH didenda 13,2 juta USD lantaran diketahui tidak memberikan informasi secara gamblang bahwa pihaknya telah meningkatkan kepemilikan saham.

Jika tadinya LVMH hanya menguasai 23,1 persen saham Hermes, tetapi tanpa adanya keterbukaan informasi pihaknya terus meningkatkan kepemilikannya hingga 22,6 persen.

Oleh karena dirinya tidak menikah dan memiliki keturunan, Puech memilih eks tukang kebunnya yang diketahui telah menikah dengan wanita berkewarganegaraan Spanyol dan memiliki dua anak.

Baca Juga: Manuver Merdeka Usai Disuntik Rp9,2 Triliun, Guritakan Smelter Nikel di Konawe Sulawesi Tenggara Guna Bangun Industri Bahan Baku Baterai

Melansir dari situs Sky tg24, keputusan Puech dalam mengubah wasiatnya ini diambil berdasarkan kesadarannya, bukan disebabkan karena adanya penyalahgunaan seseorang terhadapnya.

Pewaris Hermes ini diketahui masih dalam kondisi fisik dan mental yang cukup baik setidaknya hingga kini.***

 

Rekomendasi