

inNalar.com – Keberadaan infrastruktur seperti bandara bagi wilayah Indonesia yang merupakan negara kepulauan tentu sangat penting.
Apalagi bagi daerah dengan banyak pulau dan menjadi salah satu destinasi wisata eksotis di Indonesia, contohnya Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), tentu keberadaan bandara sangatlah penting bagi akses transportasi.
Bandar udara yang berada di Indonesia bagian timur ini sudah dibangun sejak tahun 2005 silam dan diresmikan oleh Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, pada Oktober 2011 lalu.
Pembangunan dari bandar udara ini adalah untuk menggantikan Bandara Selaparang yang sudah ada sejak tahun 1957.
Penggantian ini dilakukan karena bandar udara Selaparang tidak bisa didarati pesawat berbadan lapang menyusul meningkatnya pertumbuhan penumpang yang makin bertambah setiap tahun.
Selain itu, penggantian ini dilakukan juga karena adanya kebutuhan untuk menyediakan bandar udara baru yang lebih modern dan bagus.
Bandara yang saat ini dikenal sebagai Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid.
Terminal pesawat terbang ini terletak di Tanak Awu, Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Bandar udara ini terletak 40 kilometer dari Bandara Selaparang dan dibangun dengan ukuran yang sangat fantastis.
Dilansir inNalar.com dari portal.dephub.go.id, bandar udara tersebut berdiri di atas lahan seluas 538,8 hektare dan memiliki landasan berukuran 2.750 m x 45 m.
Dengan ukuran landasannya yang besar tersebut, tempat ini mampu menampung pesawat-pesawat berbadan besar yang mampu mengangkut lebih banyak penumpang.
Pembangunan daripada banda udara seluas 21.000 meter persegi ini dikerjakan oleh PT Angkasa Pura I dan menelan biaya kurang lebih Rp829 miliar.
Baca Juga: 5 Fakta Unik Tentang BRI di HUT ke-128, Didirikan Priyayi Purwokerto dari Uang Kas Masjid?
Meski biayanya terhitung besar, namun, hal ini sepadan karena Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid merupakan bandar udara berstandar internasional dengan kapasitas 3 juta penumpang per tahun.
Tidak hanya itu, bandara ini juga sarat akan budaya khas Lombok yang dapat dilihat dari desain arsitekturnya, yakni Lumbung yang merupakan ciri khas rumah adat suku Sasak.
Hal menarik dari bandar udara ini tidak hanya karena nilai tradisional yang diadopsi dalam arsitekturnya, namun, juga karena nama yang dipilih.
Pada awal pembentukannya, nama dari bandar udara ini adalah Bandar Udara Internasional Lombok.
Kemudian, pada tahun 2018, Bandar Udara Internasional Lombok berganti nama menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid.
Keputusan ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Menteri Perhubungan Nomor 1421 Tahu 2018 yang kemudian disepakati oleh DPRD Provinsi NTB pada Januari 2020 lalu.
Zainuddin Abdul Madjid sendiri adakah nama dari seorang pahlawan nasional yang berasal dari Nusa Tenggara Barat.
Beliau biasa dikenal sebagai Maulana Syaikh dan merupakan pendiri Nahdlatul Wathan, organisasi Islam terbesar di Nusa Tenggara Barat.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi