

inNalar.com – Kementerian PUPR lewat Dirjen Sumber Daya Air saat ini terus membangun bendungan di Indonesia Timur, termasuk di NTB (Nusa Tenggara Barat).
Salah satunya yaitu proyek Bendungan Tiu Suntuk yang siap diresmikan tahun 2024 mendatang.
Pembangunan bendungan di Provinsi NTB ini sendiri dilakukan untuk mendukung produksi pertanian secara berkelanjutan.
Agar nantinya NTB dapat menjadi lumbung pangan nasional di Indonesia.
Bendungan ini sendiri berlokasi di Kabupaten Sumbawa Barat yang termasuk juga dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).
Basuki Hadimuljono selaku Menteri PUPR sendiri menjelaskan bahwa kunci pembangunan di NTB adalah tersedianya air yang cukup.
Dengan suplai air dari bendugan secara kontinyu maka para petani bisa menanam padi hingga 3 kali per tahun.
Bendungan Tiu Suntuk sendiri memiliki kapasitas tampung sebesar 55,90 juta m3.
Adapun luas genangannya hingga 312,09 hektare serta dapat menyulai air baku sampai 68 liter per detik.
Tidak hanya itu, kehadirannya juga dapat menyuplai air bagi DI (Daerah Irigasi) seluas 1.900 hektare.
Yakni terdiri dari exstensifikasi 530 hektare serta existing hingga 1.370 hektare.
Untuk kawasannya sendiri mencakup Kecamatan Brang Ene dan Kecamatan Taliwang.
Dua kecamatan tersebut memiliki area pertanian yang tergolong luas.
Akan tetapi, akibat adanya penurunan sumber air menyebabkan produksinya mengalami penurunan.
Dengan adanya pembangunan bendungan ini maka diharapkan dapat memenuhi suplai air ke dua kecamatan tersebut.
Baca Juga: 5 Fakta Unik Tentang BRI di HUT ke-128, Didirikan Priyayi Purwokerto dari Uang Kas Masjid?
Bendungan Tiu Suntuk juga diproyeksikan memiliki potensi PLTM atau Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro sebanyak 0,81 MW.
Berguna juga dalam mereduksi banjir hingga 390 m3 per detik.
Tepatnya pada beberapa daerah rawan banjir seperti di Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat.
Bendungan ini sendiri telah dibangun sejak tahun 2020 lalu.
Kehadirannya nanti juga diharapkan dapat menjadi tempat konservasi hingga area wisata.
Adapun anggaran yang dihabiskan mencapai Rp1,41 triliun dengan target rampung bulan ini.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi