Serap 12 Ribu Pekerja, Smelter Rp67 Triliun di Sulawesi Tenggara Ternyata Produksi Bahan Baterai Listrik, Produksinya…

InNalar.com – Sulawesi Tenggara merupakan satu daerah di Indonesia yang memiliki kekayaan alam, contohnya seperti nikel.

Bahkan karena kekayaan tersebut, pemerintah juga sampai membuat smelter, atau pabrik pengolahan bahan mineral di daerah tersebut.

Selain itu, pengolahan dan pemurnian mineral ini juga nantinya akan jadi yang terbesar di dunia.

Baca Juga: Pembangunannya Habiskan Rp300 Miliar, KA Minangkabau Ekspress di Sumbar Punya Tarif yang Murah Banget, Berapa?

Berdasarkan hal tersebut, bahkan nantinya tempat pengolahan ini mampu membuka lapangan kerja yang cukup luas.

Sebab saat sudah terbuka, nantinya tempat ini mampu membawa 12 ribu pekerja lokal untuk bekerja di pengolahan mineral tersebut.

Memiliki karyawan sebanyak itu, bahkan luas dari tempat ini saja mencapai 20.286 hektar.

Baca Juga: BREAKING NEWS! Pramudya Kusumawardana Resmi Cabut dari PBSI, Akui Kena Mental?

Sementara itu, pemilik dari pabrik pengolahan mineral ini yaitu PT. Vale Indonesia Tbk yang bekerja sama dengan Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd (Huayou).

Adapun lokasi tepat dari pengolahan nikel ini yaitu ada di Blok Pomalaa, Kabupaten Kolaka.

Dilansir InNalar.com dari Pemkab Kolaka, Penggarapannya sendiri juga sudah dimulai pada bulan November 2022.

Baca Juga: Kuras Rp948 Miliar, SPAM di Binjai Sumatera Utara Ini Bikin Kapasitas Makin Jumbo hingga 2.200 Liter per Detik, Efektif Cegah Defisit Air Bersih?

Meski jadi yang terbesar, namun proses pengerjaan pada tempat pengolahan mineral ini dapat dibilang cukup cepat.

Karena pada September tahun 2023 ini tempat pengolahan mineral tersebut sudah selesai.

Jumlah yang akan diproduksi dari smelter nikel ini pun cukup banyak, karena bisa mencapai 120 ribu ton per tahun.

Baca Juga: 4 Pemain Bulutangkis yang Cetak Sejarah di Ranking BWF, Ada Wakil Indonesia!

Tentu pembangunan proyek smelter nikel ini cukuplah sesuai dengan anggaran yang akan diserapnya.

Karena anggaran untuk membangun pabrik pengolahan ini saja nominalnya mencapai Rp 67 triliun.

Sedangkan metode yang dimiliki pabrik ini dalam mengolah biji nikelnya adalah menggunakan high pressure acid leaching (HPAL).

Baca Juga: Beri Modal Rp2,52 Triliun, Emiten Milik Prajogo Pangestu Bantu Bayar Hutang Perusahaan Geothermal, Nilainya…

Sebab saat menggunakan metode ini, maka mineral yang dihasilkannya adalah Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) yang memiliki kadar ore rendah.

Jika merasa asing sebenarnya bahan olahan nikel itu dapat dibuat untuk apa, tentu barang tersebut saat ini banyak dicari.

Pasalnya dengan kadar ore yang rendah dari smelter nikel di Sulawesi Tenggara ini, maka jenis itulah yang banyak dicari perusahaan untuk bahan baku baterai mobil listrik.

Baca Juga: Bulutangkis Indonesia Punya Kutukan Baru Sepanjang 2023? Catatan Miris Bikin Badminton Lovers Menangis

Selain itu, adanya smelter nikel ini juga didukung oleh gubernur Sulawesi Tenggara dan Bupati Kolaka. ***

 

Rekomendasi