IHSG Longsor Sampai 1 Persen, Begini Penyebab dan Saham Apa Saja yang Ikut Anjlok, Ada PGEO dan BRPT!

inNalar.com – Pada penutupan pasar perdagangan Senin, 18 Desember 2023, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Pada saat pembukaan pasar modal, IHSG terlihat berada di angka 7.191. Namun, angka ini tidak bertambah dan justru terus turun sampai pada titik terbawahnya, yakni 7.094 pada pukul 15.19 WIB.

Sedangkan, pada pukul 16.09, indeks harga stock gabungan ini mengalami kenaikan dan berada di angka 7.119,52 sampai penutupan pasar modal.

Baca Juga: Serap 12 Ribu Pekerja, Smelter Rp67 Triliun di Sulawesi Tenggara Ternyata Produksi Bahan Baterai Listrik, Produksinya…

Penurunan yang terjadi secara tajam ini tentunya juga berkaitan dengan stock lain di BEI yang juga mengalami penuruan secara signifikan.

Beberapa stock terlaris juga terlihat mengalami penurunan yang cukup besar, contohnya saja adalah stock milik Barito Pasific Tbk dan Pertamina Geothermal Energy Tbk.

Per penutupan pasar modal, harga saham milik Barito Pasific (BRPT) mencapai angka 1.465 dari harga pembukaan 1.610 atau Rp161.000 per lot.

Baca Juga: Pembangunannya Habiskan Rp300 Miliar, KA Minangkabau Ekspress di Sumbar Punya Tarif yang Murah Banget, Berapa?

Stock milik Barito Pasific ini juga sempat menyentuh harga terendahnya, yakni 1.360 pada pukul 15.19 WIB.

Selain Barito Pasific, harga stock milik Pertamina Geothermal Energy juga mengalami penurunan sebesar 8,05% dibandingkan harga pada pembukaan pasar modal.

Per pukul 16.05, nilai dari stock milik Pertamina Geothermal ini berada di angka 1.200. Sedangkan, pada saat pembukaan market, indeks harganya berada di angka 1.305.

Baca Juga: BREAKING NEWS! Pramudya Kusumawardana Resmi Cabut dari PBSI, Akui Kena Mental?

Stock milik Pertamina Geothermal ini sempat naik sampai 1.340 pada pukul 09.22 WIB, namun, langsung longsor sampai penutupan pasar modal.

Penurunan ini tidak hanya dirasakan oleh IHSG saja, namun, juga sejumlah indeks saham di Asia yang ikut terjun sampai ke zona merah.

Salah satunya adalah Nikkei Jepang yang merasakan turun sebesar 0,64% dan berada di angka 32.758,98.

Baca Juga: Prediksi Ranking BWF: Jonatan Christie Nyaris Salip Anthony Ginting, Bagas-Fikri Cetak Sejarah!

Contoh lainnya adalah Hang Seng Hong Kong yang mengalami penurunan sebesar 0,92% dan berhenti di angka 16.635,00 pada penutupan pasar modal Senin, 18 Desember 2023.

Penurunan dari sejumlah saham di Asia ini tentunya bukan tanpa alasan.

Dilansir dari laman OJK, terdapat beberapa alasan umum yang menyebabkan harga stock terjun secara bersamaan. Penurunan ini dapat disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal.

Baca Juga: Beri Modal Rp2,52 Triliun, Emiten Milik Prajogo Pangestu Bantu Bayar Hutang Perusahaan Geothermal, Nilainya…

Adapun contoh dari faktor eksternal yang menyebabkan penurunan harga stock ini adalah kondisi fundamental ekonomi makro, contohnya naik-turunnya suku bunga yang diakibatkan oleh kebijakan Bank Sentral Amerika (Federal Reserve), fluktuasi mata uang, kebijakan pemerintah, kepanikan, bahkan manipulasi pasar.

Sedangkan, untuk faktor internal adalah faktor fundamental perusahaan, aksi korporasi, dan proyeksi kinerja perusahaan di masa yang akan datang.

Dalam kasus ini, penyebab IHSG turun bebas adalah karena adanya faktor eksternal, yakni antisipasi pasar terhadap rapat Bank Sentral Jepang.

Baca Juga: Bulutangkis Indonesia Punya Kutukan Baru Sepanjang 2023? Catatan Miris Bikin Badminton Lovers Menangis

Selain itu, karena masih adanya pejabat Bank Sentral Amerika (The Fed) yang masih bernada agresif membuat pasar sedikit was-was.

Bank Sentral Amerika (The Fed) terlihat masih terpecah dan prospek tentang berakhirnya era suku bunga tinggi sepertinya masih belum bisa tercapai dalam waktu dekat. ***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]