

inNalar.com– Sebanyak dua smelter nikel yang dibangun di Kalimantan Timur pada tahun 2023 ini.
Smelter Nikel ini di bangun di Kariangau dan daerah Pendingin, Kecamatan Sanga Sanga, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Kedua proyek ini memiliki nilai investasi yang fantastis mencapai Rp 36,5 triliun.
Proyek pertama memiliki nilai investasi Rp6,5 triliun yang dibangun di Kariangau dengan investor dari PT Mitra Murni Perkasa (MMP).
Proyek kedua, memiliki nilai investasi mencapai Rp30 triliun yang dibangun di daerah Pendingin oleh investor PT Kalimantan Ferro Industry (KFI).
Pembangunan smelter nikel di Kalimantan Timur ini akan terintegrasi dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Smelter ini akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Kalimantan Timur.
Pembangunannya akan menunjang perindustrian baterai yang ada di Indonesia.
Sehingga, Indonesia akan mampu kemandirian supply baterai dari dalam negeri.
Hal ini akan memberikan dampak terhadap lapangan pekerjaan dan mampu menyerap banyak tenaga kerja.
Menurut Agus Gumiwang sebagai Menteri Perindustrian menyebutkan bahwa investornya 100 persen full dari dalam negeri.
Harapan dari pembangunan smelter nikel di Kalimantan Timur ini adalah sebagai pendukung pengembangan industri baterai nasional.
Baca Juga: 128 Tahun BRI Tumbuhkan Ekonomi Kerakyatan, Pendampingan dan Pemberdayaan UMKM Jadi Kunci Utama
Informasi ini diperoleh melalui website resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Pembangunan dari kedua proyek ini ditargetkan akan rampung pada tahun 2024.
Sehingga, untuk tahun-tahun selanjutnya dapat dilakukan untuk pengembangan turunannya.
Pengembangan lanjutan akan berfokus pada produksi baterai nasional.
Hal ini menjadi pendobrak untuk Indonesia menjadi negara yang lebih mandiri dengan memanfaatkan sumber daya alam yang luar biasa.
Oleh karena itu, dalam pembangunan smelter nikel di Kalimantan Timur harus didukung oleh berbagai pihak agar pembangunan dapat terlaksana dengan baik.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi