

inNalar.com – Sebuah megaproyek bendungan di Deli Serdang, Sumatera Utara, bernilai triliunan rupiah sempat tersendat akibat permasalahan pembebasan lahan.
Meski pembangunan fisik infrastrukturnya telah dikerjakan sejak tahun 2018, target penyelesaian tiga tahun konstruksi rupanya belum bisa tercapai.
Melansir dari situs BPK Sumut, diketahui akar permasalahan megaproyek macet ini belum kunjung terealisasi kala itu adalah karena masalah pembebasan lahan.
Pada tahun target rampungnya, yakni tahun 2022, rupanya progres pembebasan lahan baru mencapai 60 persen.
Namun progres konstruksi fisik sudah mencapai 40 persen, karena terus digesa pengerjaannya oleh PT Wijaya Karya (WIKA) selaku pihak yang mengerjakan paket pertama.
Sedikit informasi, bendungan ini berlokasi di Desa Kuala Dekah Lau, Kecamatan Sibiru Biru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Waduk Lau Simeme ini menyedot anggaran hingga Rp1,38 triliun yang diketahui pengerjaannya dibagi menjadi dua tahapan.
Paket pengerjaan pertama diperhitungkan memakan biaya hingga Rp806,8 miliar dengan kontraktor pembangunnya adalah PT Wijaya Karya (WIKA).
Kemudian untuk paket kedua akan dikerjakan olej PT Pembangunan Perumahan dengan nilai pengerjaan mencapai Rp581,04 miliar.
Secara administratif, permasalahan lahan telah diselesaikan pada tahun 2021 dan menurut kabar terkini infrastruktur tersebut bakal diresmikan pada Desember 2023.
Melansir dari situs Portal Kabupaten Deli Serdang, Bendungan Lau Simeme ini ditargetkan akan diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo pada akhir tahun ini.
Kabar target peresmian yang akan segera dilakukan tersebut saat terungkap saat Sosialisasi Percepatan Pembangunan Proyek Bendungan Kuala Simeme.
Sebagai konsekuensinya, pihak pembangun melakukan operasi 24 jam non stop guna mengejar target penyelesaiannya.
Sebanyak 100 unit dump truck beroperasi selama 24 jam tanpa henti guna mengejar target rampungnya.
Pihak WIKA pun berkoordinasi dengan kepala desa agar meminta kelegowoan dari masyarakat.
Pasalnya, pengerjaan non stop selama 24 jam tentunya akan mengganggu kenyamanan masyarakat dan operasi tersebut diharapkan akan cepat membawa manfaat bagi masyarakat nantinya.
Sebagai informasi tambahan, waduk ini diharapkan mampu diambil beberapa manfaatnya oleh masyarakat.
Mulai dari sebagai daya sumber pembangkit listrik, pasokan air bersih, alternatif destinasi wisata baru, hingga sebagai pengendali banjir di Kota Medan.
Lebih jauh dari itu, diharapkan pula dengan adanya infrastruktur ini, venue yang akan digunakan menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 di Sumatera Utara akan lebih aman terkendali dari potensi ancaman banjir.
Demikian dinamika pembangunan megaproyek Bendungan di Deli Serdang, Sumatera Utara yang kejar target selesai pada Bulan Desember 2023 ini.***