

inNalar.com – PT Agincourt Resources (PTAR) telah mengoperasikan proyek tambang emas Martabe sejak tahun 2012 lalu.
Total area tambang emas Martabe saat ini mencapai 130.252 hektare dan dikelilingi oleh sedikitnya 15 desa.
Lokasi pertambangannya sendiri ada di Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Mandailing Natal.
Sedangkan area operasi penambangannya ada di Kab. Tapanuli Selatan dengan seluas 509 hektare pada 2022.
Keberadaan tambang ini mendukung terbentuknya endapan aliran mineral.
Tidak heran jika menjadikannya kaya akan mineral tidak terkecuali perak dan emas.
Saat ini, telah dijalankan pabrik pengolahan bijih emas carbon-in-leach konvensional.
Dengan berbagai prasarana pendukung seperti jalan angkut, fasilitas penampungan tailings, bendungan pengendali sedimen, penyimpanan air baku, pengolahan air, warehouse, dan lainnya.
PT Agincourt Resources juga mengoperasikan laboratorium analis, lapangan olahraga, klik kesehatan, camp perumahan, hingga bangunan adminstrasi.
Perusahaan ini mengoperasikan total 3 pit terbuka, masing-masing yaitu:
Berbagai pit-pit tambang emas Martabe ini menyediakan bijih emas diekstraksi.
Adapun pabrik pengolahan bijih emas ini dilakukan secara konvensional, yaitu dengan kapasitas lebih dari 7 juta ton bijih emas per tahunnya.
Perusahaan ini mengoperasikan pabrik pengolahan secara terus-menerus, yakni dengan penghancuran bijih, penggilingan, konversi bijih menjadi wet slurry, penggunaan sianida dengan aman untuk pelindian emas dan perak dari slurry.
Kemudian akan dilakukan eliminasi butiran emas dan karbon lewat proses elusi.
Selanjutnya dilakukan adsorpsi emas dan perak dalam larutan sampai butiran karbon.
Akan diterapkan juga pengambilan emas dan perak lewat proses electrowinning.
Terakhir, dilakukan peleburan emas dan perak untuk bisa memproduksi secara batangan.
Tambang emas Martabe sendiri akan memurnikan seluruh batangan emas di kota/lokas tertentu lewat pihak ketiganya.
Eksplorasi emas yang berjalan selama kurang lebih 11 tahun ini ternyata juga masih dikelilingi oleh penduduk setempat.
Terdapat 15 desa yang terletak di area pertambangan dan dijuluki sebagai Desa Lingkar Tambang.
Meski begitu, PT Agincourt Resources tetap memberlakukan beberapa pertimbangan khusus.
Agar dapat memastikan nasib dari ke-15 desa tersebut selama umur tambang terus berlangsung.
Sampai saat ini, desa-desa tersebut tetap mampu menjadi desa layak huni.
Pasalnya, nasib dan kondisi mereka tidak jauh berbeda seperti sebelum eksplorasi tambang dilakukan.
Tidak hanya itu, perusahaan ini juga ikut serta dalam mendorong gerakan ekonomi lokal masyarakat setempat.
Area penambangan tersebut memiliki karyawan dengan mayoritas berasal dari penduduk lokal.
Katarina Siburian Hardono selaku Senior Manager Corporate Communiations mengatakan bahwa PTAR berdedikasi dalam menyediakan peluang kerja bagi masyarakat lokal yang ada di sekitar pertambangan.
Para karyawan tersebut juga memiliki akses dalam kursus pelatihan hingga sertifikasi pemerintah di berbagai keterampilan.***