Kerahkan Rp1,4 Triliun, Bendungan di Sumbawa Barat NTB Ini Bakal Hidupkan 1.900 Ha Lahan Pertanian yang Terancam Mati Akibat Kekeringan

inNalar.com – Ada dua daerah di Kabupaten Sumbawa Barat, NTB, yang memiliki areal pertanian meluas hingga 1.900 hektare, mengalami penurunan performa sebab kurang suplai air.

Wilayah tersebut adalah di Kecamatan Taliwang dan Brang Ene.

Oleh karena itu, embangunan Bendungan Tiu Suntuk di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) harapannya bisa menjadi jawaban dari keresahan masyarakat, khususnya di dua wilayah tersebut.

Baca Juga: Telan Rp1,9 Triliun, Bendungan di Minahasa Utara yang Baru Diresmikan Jokowi Tahun Ini Langsung Buktikan Keampuhannya

Kabar gembiranya, infrastruktur raksasa tersebut dikabarkan telah memasuki tahap penyelesaian dengan progres fisiknya mencapai 95,96 persen.

Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) NTB, Sidi Purnomo pun akhirnya melakukan tinjauan langsung menuju lokasi pembangunan waduk.

Peninjauannya dilakukan guna memastikan kesiapan bendungan menjelang diresmikan Presiden RI Joko Widodo pada akhir tahun ini.

Baca Juga: Rela Gelontorkan Rp392,5 Miliar, Proyek Pelebaran Alur Tano Ponggol di Sumatera Utara Ini Mudahkan Wisatawan Keliling Pulau Samosir

Apabila Waduk Tiu Suntuk diresmikan pada Bulan Desember, itu berarti ada lima infrastruktur bendungan baru yang berhasil dirampungkan oleh Kementerian PUPR pada tahun 2023.

Sebagaimana harapan Presiden Jokowi bahwa terdapat enam bendungan di NTB yang ditargetkan rampung pada tahun ini.

Dengan adanya kabar Tiu Suntuk telah masuki tahap penyelesaian dan berpotensi akan bisa diresmikan akhir tahun, maka setidaknya terdapat 5 dari 6 bendungan baru yang berhasil penuhi target pemerintah.

Baca Juga: Tarik Dana Investasi hingga Rp129 Triliun, Kawasan Ekonomi Khusus di Sumatera Utara Ini Diramalkan Mampu Serap 83 Ribu Tenaga Kerja

Melansir dari situs KPPIP, nilai proyek pembangunan Bendungan Tiu Suntuk ini mencapai Rp1,4 triliun.

Adapun tahap impounding sendiri sudah dilakukan pada Senin, 16 Oktober 2023 lalu. Artinya progres proyek ini sudah mulai masuki tahap akhir penyelesaian.

Diharapkan dengan gelontoran dana yang fantastis guna membangun infrastruktur ini, pengairan lahan pertanian dapat bertambah dari yang semula 1.370 meluas hingga 1.900 hektare.

Baca Juga: Diekplorasi Selama 11 Tahun, Begini Nasib 15 Desa yang Ada di Dekat Operasi Tambang Emas Martabe Sumatera Utara, Masih Layak Hunikah?

Apabila tadinya para petani hanya mampu panen satu kali dalam setahun, harapannya dengan adanya bendungan berkapasitas tampungan sebesar 55,9 juta meter kubik dapat melipat gandakan masa panennya.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkapkan harapannya terhadap manfaat besar dari adanya bendungan ini.

Menurutnya, dengan adanya infrastruktur bernilai fantastis ini, diharapkan para petani di Sumbawa Barat nantinya bisa merasakan dua atau tiga kali dalam setahun.

Baca Juga: Asyik! Dapat Kucuran Cuan Rp56 Miliar, 3 Ruas Jalan Pelosok di Aceh Jaya Ini Dibangun Berkat Titah Presiden Jokowi, Mana Saja?

Selain itu, Bendungan Tiu Suntuk memiliki potensi pembangkit listrik tenaga mikrohidro atau PLTM dengan kapasitas pembangkitnya sebesar 0,81 megawatt.

Kemampuan volume debit airnya diketahui sebesar 390 meter kubik per detik yang disebut mampu mereduksi banjir secara efektif.

Selanjutnya, waduk ini juga diketahui memiliki luas genangan yang mencapai 312,09 hektare dan suplai air bakunya pun sebesar 68 liter per detik.***

Rekomendasi