

inNalar.com – Megaproyek pembangunan bandara internasional di Batam diketahui akan menghabiskan dana investasi hingga triliunan rupiah.
Bandara yang dimaksud adalah Bandara Internasional Hang Nadim, Batam Provinsi Kepulauan Riau.
Sebagai informasi tambahan, bahwa proyek yang baru saja berlangsung tersebut merupakan hasil Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Semula, bandara yang dibangun pada tahun 1973 tersebut sepenuhnya dikelola oleh Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Batam (BP Batam).
Namun, saat ini perusahaan tersebut telah berkembang menjadi PT Bandara Internasional Batam(BIB).
Adapun kerjasama yang akan dilakukan Pemerintah bersama Badan Usaha tersebut telah diresmikan dahulu sebelumnya pada akhir bulan Juni 2022 lalu.
Dalam proyek besar yang berkaitan dengan operasional bandara tersebut, akan mencakup beberapa hal yakni renovasi, pembangunan, pengelolaan, dan pemeliharaan infrastuktur.
Badan BP Batam berencana, nantinya manajemen pengembangan bandara akan diserahkan kepada AP I, Incheon, dan Wika.
Lebih lanjutnya, pengembangan bandara yang mencakup beberapa hal di atas tersebut nantinya akan merogoh anggaran investasi sebesar Rp6,9 triliun.
Tentu saja, hasil yang diinginkan oleh segenap pihak adalah agar bandara yang terletak di Batam, Kepulauan Riau tersebut mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Berkaitan dengan rencana masa depan, nantinya bandara ini akan mulai membuka penerbangan baru ke berbagai negara.
Seperti di antaranya adalah Korea Selatan, China, India, Thailand, dan negara-negara lainnya.
Selain itu, yang tidak kalah penting adalah terkait rencana operasional Bandara Internasional Hang Nadim yang akan mendukung penerbangan haji.
Tidak sampai di situ, lebih lanjutnya pengembangan bandara yang ternyata telah diresmikan 50 tahun yang lalu tersebut juga ditujukan untuk pariwisata kolaboratif.
Demikianlah informasi terkait pengembangan bandara di Batam yang menghabiskan dana Rp6,9 triliun.***