

inNalar.com – PT Pertamina Geothermal Energy mempunyai peran besar dalam menurunkan emisi karbon di Indonesia.
Hal ini dibuktikan dengan kiprahnya dalam membangun PLTP Lumut atau Pembangkit Listrk Tenaga Panas Bumi Lumut Balai Unit 2.
Lokasinya sendiri terletak di Kab. Muara Enim, Sumatera Selatan dengan proses groundbreaking pada 19 Desember 2023 lalu.
Baca Juga: Ucapan Haru Admin BWF seusai Pramudya Kusumawardana Resmi Gantung Raket dari Bulutangkis Indonesia
Proyek ini sendiri diproyeksikan mampu memiliki kapasitas hingga 55 Mega Watt (MW).
Setelah groundbreaking maka akan dilanjutkan dengan proses desain engineering, pengeboran pondasi, dan persiapan jalur transmisi.
Sedangkan untuk target operasinya diperkirakan pada akhir tahun 2024 mendatang.
Baca Juga: Sudah 128 Tahun, BRI Hadir untuk Terus Mendorong Inklusi Keuangan hingga Pelosok Negeri
PLTP Unit 2 ini juga mampu mengurangi emisi sampai dengan 581.784 tCO2eq per tahun.
Adapun proyek tersebut dikelola melalui kolaborasi terbuka antara Indonesia dengan negara-negara lain yaitu Jepang dan China.
Masing-masing adalah Mitsubishi Corporation, SEPCO III Electric Power Construction Co, Ltd., serta PT Wijaya Karya Tbk.
Kemudian untuk pendanaannya sendiri telah diperoleh dari suntikan Japan International Cooperation Agency atau JICA senilai 155 juta USD atau setara dengan Rp2,39 triliun.
Melansir dari laman PT Pertamina Geothermal Energy, perusahaan ini sebelumnya telah lebih awal membangun PLTP Lumut Balai Unit 1.
Lumut Balai ini sendiri ada di Wilayah Kerja Produksi (WKP) Lumut Balai dari Margabayur dengan jarak sekitar 108 kilometer dari Kota Baturaja, Sumatera Selatan.
Pembangunan pembangkit listrik Unit 1 ini sendiri termasuk proyek unggulan karena mempunyai potensi energi panas bumi yang cukup besar.
Adapun angkanya mencapai 300 MWe serta telah beroperasi sejak tahun 2019 lalu.
Saat ini sendiri kapasitas yang terpasang masih sebesar 55 MW.
Baca Juga: Cerai dari Pramudya Kusumawardana, Bocor Kabar Yeremia Rambitan Punya Partner Baru, Bakal Tampil di…
Energi yang dihasilkan tersebut nantinya dapat memasok listrik ke sebanyak 61.000 rumah.
Sedangkan untuk potensi penghematan cadangan devisa minyak dan gas bumi mencapai 2.600 BEOPD.
Dengan adanya pembangunan PLTP Lumut Unit Balai 2 tentunya nanti dapat menambah pasokan listrik yang dihasilkan yaitu sebesar 110 MW.
Kehadirannya juga tercatat sebagagai PLTP terbesar ketiga yang ada di Pulau Sumatera.***