Cuma Rp2,2 Triliun! Pengembangan Bandara di Kalimantan Selatan Ini Jadi Lebih Besar 8 Kali Lipat, 14 Pesawat Bisa Masuk?

InNalar.com – Dalam rangka meningkatkan fasilitas dan layanan, maka Angkasa Pura melakukan pengembangan pada bandar udara yang ada di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Bandar udara tersebut adalah bandara internasional Syamsudin Noor, yang berada di Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru.

Sekedar informasi, bandar udara Syamsudin Noor juga merupakan infrastruktur pesawat yang jadi terbesar ke-2 di Kalsel.

Baca Juga: Sempat Molor 2 Tahun Lebih, Proyek Bendungan di Maluku Senilai Rp2,08 Triliun Ini Dikebut Pembangunannya, Bakal Rampung…

Bagaimana tidak, proyek pengembangan ini saja membuat infrastruktur pesawat ini menjadi lebih besar 8 kali lipat.

Apalagi biaya yang diperlukan dalam mengembangkannya pun cukup banyak, karena menghabiskan Rp 2,2 triliun.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, pengembangan ini dilakukan Angkasa Pura agar dapat memberikan pelayanan dan fasilitas yang lebih pada para penumpang.

Baca Juga: Sukses Cetak Laba Rp14,5 T, Pabrik Pupuk Terbesar se-Asia Tenggara Berlokasi di Bontang Kalimantan Timur Ini Bakal Babat Lahan Seluas 16 Ha, Tapi…

Sebab sebelumnya bandar udara ini pernah melayani 3,9 juta penumpang di tahun 2018.

Sedangkan sebenarnya pada saat itu kapasitas yang dimilikinya hanyalah 1,5 juta penumpang per tahun.

Kini, setelah dilakukan pengembangan itu maka kapasitasnya sudah mencapai 7 juta penumpang per tahun.

Baca Juga: Megaproyek PT Lotte Chemical di Cilegon Senilai Rp60 Triliun Ini Disebut Sanggup Serap 13 Ribu Pekerja

Ditambah lagi sejak dilakukan pengembangan, fasilitas yang dimiliki tempat landasan pacu pesawat ini pun kini jadi semakin mutahir dengan standar internasional.

Pengembangan itu sendiri sebelumnya dilakukan pada tanggal 18 Mei 2015 yang dilakukan melalui 2 paket pengerjaan.

Dilansir InNalar.com dari laman resmi syamsudinnoor-airport, paket I ini dikerjakan oleh PP-Wika Gedung KSO yang mengarah ke pembangunan gedung terminal dan fasilitas penunjang lainnya.

Baca Juga: Skuad Jepang di Ajang Bulutangkis Thailand Masters 2024, Ada Kento Momota dan Pasangan Baru

Setelah dikembangkan, maka kini luas terminalnya adalah 77,569 m2, dengan memiliki 42 counter check, 3 unit garbarata, serta 4 baggage conveyor.

Sedangkan pada paket II yaitu pengerjaannya mengarah ke bangunan penunjang, infrastruktur, dan perluasan apron.

Pada paket II, hal ini membuat bandara internasional Syamsudin Noor menjadi mampu ditampungi 14 pesawat sekaligus karena terjadinya perluasan apron.

Baca Juga: Drawing Busuk Malaysia Open 2024, Ada Big Match Viktor Axelsen vs Loh Kean Yew

Sementara itu untuk fasilitas penunjangnya, kini bandar udara terbesar ke-2 ini sekarang memiliki tempat parkir yang sangat luas.

Pasalnya area parkir di tempat ini mencapai 36.780 m3, dengan 1.199 untuk mobil dan 720 untuk motor.

Adapun sejak dikembangkan oleh Angkasa Pura dengan Investasi RP 2,2 triliun, bandar udara Syamsudin Noor telah beroperasi kembali sejak 10 Desember 2019.

Baca Juga: Buat Angkasa Pura Hutang Rp35 T! Pembangunan Bandara di Kalimantan Selatan Ini Ternyata Investasinya Cuma…

Peresmiannya pun juga dilakukan oleh presiden Jokowi pada tahun 2019.

Sekedar informasi, terdapat hal yang dapat dibilang cukup unik dari tempat landasan pacu pesawat ini.

Sebab, bangunan ini dibuat oleh anak dalam negeri, dengan desain seperti intan permata. ***

 

Rekomendasi